PMI Kirim Bantuan Logistik dan Tenaga Medis Pascagempa NTT

Smallest Font
Largest Font

Palang Merah Indonesia menyalurkan bantuan kesehatan, air bersih, hingga peralatan darurat bagi ratusan warga terdampak bencana gempa bumi magnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur hingga Kamis, 20 Agustus 2026.

Sebanyak 157 warga telah mendapatkan pelayanan kesehatan keliling serta pertolongan pertama, sementara 147 orang lainnya menerima layanan dukungan psikososial dari tim di lapangan.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menyatakan kesiapan jajarannya dalam memastikan penuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak gempa bumi tersebut.

"PMI telah memobilisasi 68 personel, tujuh kendaraan operasional, tujuh ambulans, dan satu mobil tangki air. PMI juga melakukan asesmen, evakuasi, pelayanan kesehatan, pertolongan pertama, serta pengelolaan pengungsian," kata JK.

Guna mendukung operasional penanganan dan tempat tinggal sementara warga, organisasi kemanusiaan ini mendirikan 40 unit tenda darurat, tenda keluarga, hingga tenda rumah sakit lapangan.

PMI memobilisasi dua tim klinik keliling yang terdiri atas dua dokter dan lima perawat dari Markas Pusat, RS PMI Bogor, serta PMI DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan Klaster Kesehatan setempat.

Sebanyak 60 ribu liter air bersih, bahan makanan, selimut, terpal, tikar, kelambu, hygiene kit, hingga baby kit dikirimkan secara bertahap ke lokasi terdampak.

PMI merinci pasokan logistik darurat per 20 Agustus 2026 mencakup 875 hygiene kit, 405 matras, 2.210 terpal, 250 baby kit, 1.000 sarung, 1.500 jerigen lipat, 500 kelambu, 1.000 selimut, 200 kitchen kit, dan 18 tenda besar.

Perlengkapan kerja lapangan turut disalurkan seperti 240 helm, 249 palu, 276 sarung tangan, 35 sekop, 500 radio, 500 senter, 1.000 baterai, 1.000 lampu solar, serta 300 rompi kerja.

Armada pendukung diperkuat pengiriman satu unit kendaraan 4x4 dan 10 kendaraan bak terbuka dari Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, NTB, dan Kupang, serta dana operasional awal Rp146.690.000 untuk PMI Provinsi NTT.

Jusuf Kalla menekankan pentingnya penanganan cepat dalam merespons kondisi darurat di lapangan.

“Dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan respons sangat penting,” kata JK.

Hambatan akses transportasi dan jalur komunikasi yang terputus, ditambah ribuan kali gempa susulan, menjadi tantangan utama tim dalam melakukan pencarian korban serta penyaluran bantuan.

Prioritas utama dialokasikan pada evakuasi, pelayanan kesehatan darurat, penyediaan tempat pengungsian, hingga distribusi bahan makanan siap saji, fasilitas MCK darurat, serta dukungan alat berat.

Berdasarkan data BMKG, gempa utama mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dan diikuti 3.394 gempa susulan hingga 20 Agustus dengan kisaran magnitudo 1,1 hingga 6,2.

"PMI terus mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan kesehatan, perlindungan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya. Pada saat yang sama, kami terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan unsur terkait agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan," katanya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed