PLN Resmikan Technopark Energi Hijau 24 Jam di Pulau Rengit

Smallest Font
Largest Font

PT PLN (Persero) meresmikan Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) di Pulau Rengit, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu (22/8). Teknologi ini menggabungkan energi surya, baterai, turbin angin, dan hidrogen untuk mendukung pasokan listrik 24 jam, naik dari sebelumnya 12 jam, dilansir dari Detik Finance.

Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Edwin Nugraha Putra menyatakan GEET Pulau Rengit adalah technopark pertama yang resmi dioperasikan PLN. Sistem ini diharapkan meningkatkan efisiensi penyediaan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel.

"Sistem ini selanjutnya akan dievaluasi untuk melihat peluang penerapan dan replikasinya di wilayah lain," ujar Edwin.

Sebelum adanya GEET, listrik masyarakat di Pulau Rengit disuplai oleh pembangkit diesel yang hanya beroperasi selama 12 jam sehari. Kini dengan sistem energi hijau terintegrasi, listrik tersedia selama 24 jam penuh.

Pulau Rengit dihuni oleh sekitar 150 jiwa atau 45 kepala keluarga, mayoritas nelayan. Peningkatan keandalan listrik membuka peluang aktivitas produktif seperti cold storage hasil tangkapan dan agrovoltaik untuk pertanian.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung Ira Savitri mengatakan PLN terus memperkuat infrastruktur kelistrikan. GEET Pulau Rengit dijadikan ruang pembelajaran untuk menguji sistem energi hijau di wilayah kepulauan.

"GEET Pulau Rengit menjadi momentum penting dalam menghadirkan layanan listrik 24 jam, dari sebelumnya 12 jam, sekaligus memperkuat pelayanan kelistrikan di wilayah kepulauan," ujar Ira.

General Manager PLN Puslitbang Mochamad Soleh menyatakan Pulau Rengit akan terus menjadi ruang riset dan pembelajaran, menjadi model kecil teknologi energi hijau.

"Jika terbukti beroperasi andal 24 jam, pengalaman ini dapat menjadi blueprint untuk pengembangan sistem energi hijau di pulau-pulau terpencil lainnya," jelas Mochamad.

Direktur Energi Baru Kementerian ESDM Senda Hurmuzan Kanam menyebut pengembangan Pulau Rengit sejalan dengan roadmap hidrogen nasional dan menjadi inspirasi teknologi energi berbasis hidrogen di pulau lain.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mendorong pemanfaatan listrik untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui investasi di perkebunan dan industri pengolahan kelapa.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas fasilitas kelistrikan yang telah diberikan," ujar Hidayat.

Pengembangan GEET melibatkan kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Bangka Belitung untuk riset dan inovasi teknologi energi hijau.

Peresmian dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan termasuk Gubernur Bangka Belitung, anggota Dewan Energi Nasional, serta pihak PLN dan akademisi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed