Tingkat Persetujuan Publik Terhadap Trump Turun ke 33 Persen di Tengah Konflik Iran
Tingkat persetujuan publik Presiden Amerika Serikat Donald Trump turun menjadi 33%, terendah selama masa jabatannya, di tengah kekhawatiran perang dengan Iran dan kenaikan harga bensin, menurut survei Reuters/Ipsos yang selesai pada 17 Agustus 2026, dilansir dari Investor Daily.
Survei tersebut menunjukkan bahwa hanya 33% responden yang puas dengan kinerja Trump di Gedung Putih, sementara 64% tidak puas. Angka ini menurun dari 35% pada survei sebelumnya di awal Agustus dan menyamai titik terendah pada Desember 2017.
Trump kembali menjabat pada 2025 dengan tingkat persetujuan sedikit di bawah 50%, namun popularitasnya menurun setelah memerintahkan serangan terhadap Iran bersama sekutu AS. Konflik ini mengganggu sekitar seperlima perdagangan minyak global dan menyebabkan kenaikan harga bensin di AS.
Konflik tersebut menambah tekanan pada rumah tangga Amerika dan Partai Republik yang berusaha mempertahankan mayoritas di Kongres dalam pemilu sela November.
Trump sebelumnya berjanji menjaga inflasi dan menghindari perang berkepanjangan. Ia juga memperkirakan perang dengan Iran hanya berlangsung beberapa pekan, namun Iran tetap bertahan dan arus minyak melalui Selat Hormuz masih terganggu.
Survei mengungkapkan sekitar 80% warga AS memperkirakan keterlibatan negaranya dalam konflik akan berlangsung lama, termasuk 87% pemilih Demokrat dan 71% pemilih Republik.
Pada Jumat, 14 Agustus 2026, Trump mengatakan kenaikan harga bensin merupakan harga yang layak dibayar untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
"Kenaikan harga bensin adalah harga yang pantas untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir," ujar Trump.
Namun, hanya sekitar satu dari lima warga AS menilai perang sepadan dengan biayanya, dan hanya sekitar separuh pemilih Republik setuju dengan pandangan tersebut.
Kekhawatiran perang dan kenaikan harga bensin membayangi posisi Partai Republik menjelang pemilu 3 November, saat mereka berusaha mempertahankan mayoritas tipis di Dewan Perwakilan Rakyat, sementara Demokrat berpeluang merebut Senat.
Survei juga menunjukkan pergeseran persepsi pemilih terhadap pengelolaan ekonomi, dengan 38% menilai Demokrat lebih mampu menangani ekonomi dibandingkan 35% yang memilih Partai Republik, pencapaian pertama Demokrat dalam satu dekade.
Demokrat juga dinilai lebih baik dalam menangani biaya hidup, sementara Partai Republik masih unggul tipis dalam isu imigrasi dengan 40% pemilih memberikan dukungan dibandingkan 38% untuk Demokrat.
Selisih tersebut merupakan yang terkecil selama masa jabatan Trump, turun dari 26 poin pada Januari 2025, di tengah kritik terhadap kebijakan imigrasi dan meningkatnya jumlah tahanan serta bentrokan yang menimbulkan korban jiwa.
Jajak pendapat dilakukan secara daring terhadap 1.166 orang dewasa di seluruh AS dengan margin of error sekitar tiga poin persentase.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow