Ketegangan Geopolitik Dongkrak Permintaan Emas Global
Permintaan emas global diperkirakan semakin menguat akibat ketegangan perang dagang dan geopolitik yang memicu peningkatan aksi beli bank sentral pada Kamis (16/7/2026), dilansir dari Investor Daily.
Kepala Ekonom untuk AS di Natixis, Christopher Hodge memprediksi bank sentral global akan mempercepat perluasan cadangan devisa mereka ke komoditas emas. Langkah ini didorong oleh konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina yang meningkatkan kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak, serta kebijakan tarif impor Amerika Serikat yang mengubah arus perdagangan dunia.
"Diversifikasi dari dolar memang dipicu oleh peristiwa dari tahun 2022, tetapi juga diperburuk by pembuatan kebijakan (perdagangan) yang tidak menentu di AS sejak saat itu," kata Hodge.
Hodge menilai ketidakpastian kebijakan Washington menjadi alasan kuat bagi bank sentral di berbagai negara untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar AS.
"AS adalah mitra internasional yang kurang dapat diprediksi, terutama dalam hal perdagangan, jadi masuk akal bahwa, sejauh mungkin, (bank sentral) mengurangi eksposur terhadap dolar," ungkapnya.
Kendati demikian, Hodge menggarisbawahi bahwa sejauh ini simpanan dolar AS sebagai cadangan devisa bank sentral belum menunjukkan penurunan yang signifikan.
"Meskipun mungkin ada lebih banyak skeptisisme tentang AS dalam hal perdagangan dan arah fiskal, tetap tidak ada pengganti untuk sektor swasta Amerika, yang tetap menjadi yang paling dinamis, fleksibel, dan inovatif di dunia. Hal ini seharusnya mendukung permintaan dolar bahkan jika permintaan aset resmi sedikit lebih ringan," imbuhnya.
Di sisi lain, China yang merupakan pasar konsumen emas terbesar di dunia mencatatkan penurunan impor akibat melimpahnya ketersediaan di dalam negeri. Data Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong menunjukkan impor emas bersih Negeri Tirai Bambu melalui Hong Kong pada Mei 2026 merosot sekitar 38 persen secara bulanan menjadi 53.674 metrik ton dari 86.715 ton pada April 2026. Sementara itu, total impor emas China lewat Hong Kong juga turun 34 persen menjadi 65.562 ton pada Mei.
"Dengan impor langsung ke China yang sudah sangat kuat dalam beberapa bulan terakhir, tampaknya kebutuhan untuk mengimpor dari Hong Kong berkurang," kata analis UBS, Giovanni Staunovo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow