Perang Drone Rusia dan Ukraina Escalates Korban Sipil Melonjak

Smallest Font
Largest Font

Eskalasi serangan pesawat nirawak antara militer Rusia dan Ukraina memicu lonjakan rekor korban jiwa di kalangan warga sipil serta merusak berbagai infrastruktur logistik dan energi vital di kedua belah pihak pada awal Agustus 2026.

Aksi saling balik serangan drone tersebut menewaskan 13 orang di wilayah Rusia akibat gempuran Ukraina pada Senin (10/8/2026), yang dibalas serangan udara hingga menewaskan lima warga di daerah Kharkiv, Ukraina, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Peningkatan intensitas pertempuran udara ini secara signifikan mengubah lanskap konflik yang sebelumnya stagnan di garis depan darat.

"Kami mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah serangan maupun jumlah korban jiwa. Terjadi eskalasi nyata terkait variasi target yang diserang," kata Manajer Riset Eropa Timur di pemantau konflik ACLED Olha Polishchuk.

Serangan drone Ukraina kini secara intensif menyasar sektor logistik komersial Rusia seperti gudang e-commerce Wildberries, sementara Rusia membalas dengan menggempur fasilitas ritel Rozetka di Ukraina serta meluncurkan ratusan rudal balistik harian.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat sebanyak 1.396 warga sipil tewas dan 7.978 orang luka-luka di Ukraina sepanjang semester pertama tahun ini, naik 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia melaporkan sedikitnya 797 warga sipil mereka tewas sepanjang tahun ini.

Krisis pasokan rudal pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat membuat posisi Ukraina kian rentan di tengah kebuntuan diplomasi yang digagas AS untuk mencapai kesepakatan damai permanen.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed