Dani Olmo Ungkap Peran Besar Keluarga dalam Perjalanan Karier Sepak Bolanya
Gelandang tim nasional Spanyol Dani Olmo mengungkapkan bahwa kesuksesan karier sepak bolanya saat ini tidak lepas dari keputusan berani dan pengorbanan besar kedua orang tuanya. Pemain berusia 28 tahun asal Terrassa tersebut mengenang kembali momen krusial saat ia memilih meninggalkan akademi Barcelona demi bergabung dengan klub Kroasia, Dinamo Zagreb.
Olmo menegaskan bahwa bimbingan dari ayahnya, Miquel Olmo, yang juga merupakan mantan pesepak bola dan pelatih profesional, sangat membantunya berkembang sejak langkah awal.
"Mi padre no es un padre cualquiera. Ha sido futbolista y es entrenador. Ha entrenado en fútbol profesional y charlamos, claro. A mí me gusta, creo que me ayuda muchísimo a mejorar" ujar Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Keputusan Olmo untuk pindah ke Dinamo Zagreb pada usia 16 tahun sempat mengejutkan banyak pihak karena ia harus meninggalkan kenyamanan di La Masia.
"La del Barça es una de las mejores canteras del mundo. Convives y compites con los mejores, y eso te obliga a estar a la altura" kata Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Meskipun ayahnya memiliki pengaruh besar dalam dunia sepak bola, Olmo menegaskan bahwa keputusan untuk menjadi pemain profesional sepenuhnya merupakan keinginannya sendiri.
"Nadie me obligó a ser jugador de fútbol. Disfrutaba jugando con mi padre y él disfrutaba jugando conmigo" tutur Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Kepindahan ke Kroasia pada tahun 2014 diakui sebagai langkah yang sangat tidak biasa bagi seorang pemain muda Spanyol.
"No fue una decisión fácil. Era un cambio grande y poco común. Pero el Dinamo había demostrado que quería apostar por mí" ucap Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Gelandang Barcelona ini juga mengingat betapa beratnya proses adaptasi di Zagreb, terutama pada masa-masa awal kepindahannya.
"Hubo momentos complicados, porque significaba salir de la zona de confort" jelas Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Sejak usia muda, ia sudah mulai membiasakan diri menganalisis video pertandingan bersama sang ayah untuk meningkatkan performanya di lapangan.
"Empecé con 17 o 18 años en Zagreb, con mi padre. "Le dije: Papá, creo que te necesito. Ayúdame a visualizar mejor los partidos"" kenang Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Melalui evaluasi mandiri tersebut, Olmo merasa kemampuannya dalam memahami situasi taktis di lapangan terus berkembang pesat.
"Lo he perfeccionado mirando mis partidos, viéndome a mí mismo… Y así vas mejorando, abres la mente a más situaciones" tambah Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Semua tantangan fisik dan mental selama merantau di luar negeri diakui telah membentuk karakter kuat yang ia miliki sekarang.
"Lo que he conseguido en el fútbol me lo he tenido que ganar con trabajo y no ha sido fácil. Pero gracias a todas esas experiencias soy la persona que soy" tegas Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Kondisi sulit di negara baru juga sempat membuatnya meragukan keputusannya, terutama saat ia masih sangat muda.
"No sé si lloré o no" ungkap Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Pemahaman taktisnya juga semakin terasah berkat bimbingan pelatih-pelatih hebat selama berkarier di Jerman dan tim nasional.
"Leer qué pasa, mejorar lo que está alrededor del equipo, aunque sea sin intervenir. Un buen posicionamiento ya puede servir para ayudar al resto" papar Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Bagi Olmo, perpindahan ke Kroasia saat itu tetap menjadi momen paling krusial yang mengubah seluruh hidupnya.
"decisión más difícil" aku Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Ia memilih Dinamo Zagreb karena klub tersebut menawarkan proyek pengembangan individu yang menjanjikan, serupa dengan para bintang terdahulu.
"Habían demostrado que querían apostar por mí y tenía el ejemplo de jugadores como Luka Modric" lanjut Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Kehidupan di Zagreb terasa sangat sunyi pada awalnya karena ia hanya tinggal berdua bersama sang ibu, Dorita.
"Estábamos un poco solos. Solo ella y yo sabemos lo que vivimos allí" keluh Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Kendati demikian, kerja kerasnya mempelajari bahasa setempat membuahkan hasil yang manis dan mendapat apresiasi dari masyarakat Kroasia.
"¡Ahora hasta doy entrevistas en croata!" seru Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Sebelum akhirnya kembali ke Barcelona, ia sempat menikmati masa-masa berharga saat membela RB Leipzig di Bundesliga.
"Lo más importante para mí es jugar en un club donde me sienta querido e importante, como aquí en Leipzig" cetus Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Kembali ke klub masa kecilnya pada tahun 2024 merupakan akhir dari perjalanan panjang yang luar biasa bagi Olmo.
"sueño" sebut Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Ia merasa telah bertransformasi menjadi pemain yang jauh lebih matang setelah bertualang di berbagai negara Eropa.
"He crecido al estar fuera de casa, pero mantengo los valores y el fútbol que [me enseñaron]" pungkas Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Keluarga Olmo terus memberikan dukungan emosional yang mendalam setiap kali mereka mengenang perjuangan berat di masa lalu.
"Siempre que hablamos de aquello, se le escapa alguna lagrimilla" seloroh Dani Olmo, pemain tim nasional Spanyol.
Di sisi lain, sang ayah, Miquel Olmo, menjelaskan alasan di balik keputusan strategis keluarga ketika memilih hengkang dari La Masia.
"El Dinamo de Zagreb contactó con nosotros en un momento en el que se nos generaban dudas sobre el futuro de los jugadores de La Masía. Entendíamos que había que valorar otras opciones para tomar la decisión más interesante desde el punto de vista deportivo para Dani" terang Miquel Olmo, ayah Dani Olmo.
Miquel bahkan rela mengorbankan karier kepelatihannya sendiri demi fokus mendampingi perkembangan sang anak sejak tahun 2015.
"En 2015 dejé de entrenar porque mi hijo me pidió que estuviera a su lado y ahora no quiero perderme nada de todo lo que nos está haciendo vivir" ungkap Miquel Olmo, ayah Dani Olmo.
Walau saat ini aktif sebagai direktur olahraga dan agen FIFA, kerinduan untuk kembali melatih di lapangan hijau tetap dirasakannya.
"Lo echo de menos desde el día siguiente en que dejé de entrenar. Como mejor me siento es como entrenador: pisando el césped y viviendo el día a día con mi cuerpo técnico" aku Miquel Olmo, ayah Dani Olmo.
Miquel menceritakan bahwa sejak kecil sang anak memang memiliki kepekaan dan kecintaan yang berbeda terhadap sepak bola.
“Simplemente, lo vivía diferente, lo sentía más” tutur Miquel Olmo, ayah Dani Olmo.
Ia juga membantah tudingan publik yang menyebut pihak keluarga sengaja merusak masa depan Dani dengan memindahkannya ke Kroasia.
“Es tan sencillo como que un padre jamás haría eso” sanggah Miquel Olmo, ayah Dani Olmo.
Keputusan menghindari klub Inggris seperti Chelsea juga didasarkan pada analisis mendalam mengenai penumpukan pemain muda di sana.
“El Chelsea manejaba 500 críos repartidos por ahí…” beber Miquel Olmo, ayah Dani Olmo.
Kini, ia bangga melihat mentalitas pantang menyerah yang telah tertanam di dalam diri putranya tersebut.
“Cuando un jugador llega a este nivel, el talento se le presupone. La diferencia es su mentalidad. Nadie le ha regalado nada; y nunca ha perdido el hambre” pungkas Miquel Olmo, ayah Dani Olmo.
Perjalanan karier yang tidak biasa ini sempat memicu keterkejutan di kalangan media Spanyol saat Dani Olmo pertama kali dipanggil ke timnas senior.
«Dani Olmo, del Dinamo Zagreb, es la gran sorpresa de la lista de Robert Moreno» tulis media Spanyol kala itu.
Di luar sepak bola, kehidupan pribadi Dani Olmo juga didukung oleh sang kekasih, Laura Schmitt, seorang pembuat konten digital yang populer.
«Abla» merupakan nama panggilan akrab dari kekasih Dani Olmo tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow