Penjualan Mobil Domestik China Turun 21,1 Persen Pada Juli 2026

Smallest Font
Largest Font

Pasar otomotif domestik China mencatatkan penurunan penjualan kendaraan penumpang sebesar 21,1 persen secara tahunan pada Juli 2026. Penurunan yang telah berlangsung selama 10 bulan berturut-turut ini dipicu oleh lemahnya konsumsi rumah tangga, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.

Asosiasi Kendaraan Penumpang China (CPCA) mengumumkan total penjualan mobil di dalam negeri pada periode tersebut hanya mencapai 1,47 juta unit. Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, total akumulasi penjualan mobil penumpang di pasar domestik tercatat mengalami penurunan hingga 20,5 persen.

Kondisi lesunya belanja masyarakat Negeri Tirai Bambu ini telah mengurangi volume penjualan mobil sekitar 2,65 juta unit jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Tekanan ekonomi secara menyeluruh menjadi penyebab utama lesunya transaksi pembelian kendaraan baru.

Sekretaris Jenderal CPCA, Cui Dongshu, memberikan penjelasan mengenai faktor utama di balik tren penurunan pasar otomotif domestik tersebut.

"Penurunan ini terbukti lebih parah dari yang kami perkirakan. Kami sebelumnya mengantisipasi adanya perbaikan yang nyata pada bulan Juli," ujar Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal CPCA.

Ia menuturkan bahwa tingginya harga bahan bakar minyak turut membebani angka penjualan mobil berbahan bakar bensin. Di saat yang sama, permintaan terhadap jenis kendaraan sedan kelas pemula juga mengalami kemerosotan drastis.

"Yang diinginkan konsumen adalah kendaraan yang memberikan nilai sepadan dengan harganya, bukan serta-merta model premium. Produsen mobil ingin merambah segmen pasar yang lebih tinggi, namun konsumen justru mencari harga yang terjangkau," kata Cui Dongshu.

Meskipun kinerja pasar dalam negeri tertekan, industri otomotif China tetap terdorong oleh lonjakan volume ekspor kendaraan ke luar negeri sebesar 88,2 persen hingga menyentuh angka 923.000 unit. Ekspor untuk kategori kendaraan listrik serta plug-in hybrid bahkan melonjak drastis hingga 147,8 persen secara tahunan.

Pencapaian ekspor kendaraan ramah lingkungan tersebut berbanding terbalik dengan penjualan domestiknya yang terkoreksi minus 3,9 persen. Guna mengatasi kelesuan di negeri sendiri, pabrikan otomotif China memperluas jangkauan pasar ke wilayah Eropa, Asia Tenggara, Amerika Latin, hingga Timur Tengah.

Terkait kondisi persaingan pasar yang ketat dan dinamika perilaku konsumen saat ini, analis dari lembaga keuangan HSBC turut membeberkan pandangannya.

"Permintaan untuk penggantian kendaraan (replacement demand) telah melambat setelah lonjakan pembelian yang didorong oleh subsidi sebelumnya, sementara konsumen menjadi semakin selektif mengingat seringnya peluncuran produk baru dan pasar yang semakin kompetitif," ungkap analis HSBC.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed