Penjualan Mobil China Menurun, Ekspor Melonjak Drastis di 2026
Penjualan mobil di China mengalami penurunan tajam hingga 21,1 persen pada Juli 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, sementara ekspor mobil melonjak 88 persen, menurut data Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) dilansir dari Detik Oto. Industri otomotif China hanya mencatatkan penjualan sebanyak 1,47 juta unit kendaraan pada Juli 2026, menandai penurunan selama 10 bulan berturut-turut. Selain itu, China mengekspor sebanyak 923.000 unit kendaraan pada bulan yang sama, menunjukkan pertumbuhan ekspor yang signifikan.
Pada semester pertama tahun 2026, penjualan mobil domestik turun sebanyak 2,3 juta unit atau 20 persen, sementara ekspor mobil naik 71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Analis HSBC, Yuqian Ding, menyatakan bahwa permintaan mobil domestik kemungkinan akan stabil dan mulai pulih pada akhir Agustus hingga September, seiring momentum siklus model baru yang meningkat.
"Pemulihan berbentuk huruf V tampaknya tidak akan terjadi," ujar Yuqian Ding.
Para ahli menilai bahwa melemahnya permintaan domestik memaksa produsen mobil China mempercepat ekspansi ke pasar luar negeri, yang sudah berjalan sebelumnya.
"Produsen mobil China memiliki kelebihan kapasitas produksi, rantai pasok yang sangat kompetitif, produk yang semakin canggih, serta insentif ekonomi yang kuat untuk mencari pertumbuhan di luar China," ujar Bill Russo, CEO perusahaan konsultan Automobility di Shanghai.
"Ekspansi global menjadi kebutuhan strategis bagi produsen mobil terkemuka China," tambah Bill Russo.
Teknologi kendaraan listrik yang semakin maju dan harga yang lebih kompetitif membuat produsen mobil China menjadi ancaman bagi merek Jepang dan Eropa di pasar global.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow