Pengusaha Sawit Kritik Rencana Pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Pemerintah berencana membentuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang akan beroperasi mulai 1 Januari 2027, dengan potensi memperdagangkan beberapa komoditas termasuk crude palm oil (CPO) atau olahan minyak kelapa sawit, dilansir dari Detik Finance.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono menyatakan bahwa saat ini perdagangan sawit sudah difasilitasi di Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), namun volume transaksi di bursa tersebut masih kecil.
"Sebenarnya sudah ada bursa untuk sawit yaitu ICDX, hanya volume transaksinya masih kecil," ujar Eddy.
Eddy menjelaskan bahwa mayoritas transaksi sawit selama ini dilakukan secara business to business (B2B) karena kebanyakan perusahaan perkebunan sawit bukan eksportir dan produksinya tidak cukup ekonomis untuk ekspor langsung.
"Memang saat ini transaksi lebih ke B2B sebab kebanyakan perusahaan perkebunan kelapa sawit bukan eksportir, karena jumlah produksinya tidak ekonomis untuk diekspor. Jadi apabila akan diekspor maka pembelinya perusahaan memang eksportir, mereka membeli dari beberapa perusahaan, baru ekspor, selain mereka juga produksi sendiri," jelasnya.
Transaksi B2B ini dinilai lebih menarik untuk pasar dalam negeri, terutama bagi perusahaan menengah dan kecil, karena pembayaran dapat dilakukan di muka hingga 100% dengan penyerahan barang dalam waktu satu hingga dua minggu yang termasuk kategori transaksi spot.
Terkait rencana pembentukan bursa baru, Eddy menyampaikan pihaknya tidak mempermasalahkan selama bursa tersebut bisa bersaing dengan bursa yang sudah ada dan harga pasar tetap transparan.
"Untuk rencana akan dibentuk lagi bursa tidak ada masalah, yang penting bisa bersaing dengan bursa yang telah ada. Sebenarnya mengenai harga saat ini juga sudah transparan," ujar Eddy.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa beberapa komoditas strategis Indonesia, seperti CPO, nikel, dan batu bara, dipertimbangkan masuk dalam bursa mineral dan komoditas tersebut, meskipun belum ada keputusan resmi.
"Belum, belum diputuskan. yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama. Misalnya CPO, nikel, batu bara," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Prasetyo juga mengungkapkan nama bursa yang akan diluncurkan, yaitu Indonesia Commodity Exchange (Icomex), namun enggan menjelaskan lebih detail mengenai bentuk bursa tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow