Penarikan Dana ETF Bitcoin Spot AS Capai 465 Juta Dolar

Smallest Font
Largest Font

Arus keluar dana dari produk ETF Bitcoin spot di bursa Amerika Serikat menembus angka 465 juta dolar AS atau sekitar Rp8,4 triliun pada 23 dan 24 Juli 2026. Berdasarkan laporan Investor Daily yang mengutip pantauan Bloomberg pada Senin (27/7/2026), lonjakan penarikan modal ini resmi menghentikan rekor masuknya dana investasi yang sebelumnya bertahan selama tujuh hari berturut-turut.

Tekanan penarikan dana besar-besaran tersebut didorong oleh kekhawatiran para investor terhadap potensi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral AS (The Fed). Spekulasi kebijakan moneter ketat ini membayangi sentimen positif atas pembahasan rancangan undang-undang struktur pasar kripto AS, Clarity Act.

Di tengah tekanan arus keluar dana, harga Bitcoin sempat kembali menguat ke atas level 65.000 dolar AS pada Senin (27/7/2026) atau naik hingga 1,4 persen. Penguatan dipicu oleh meredanya kekhawatiran pasokan energi Timur Tengah setelah AS dan Iran menyepakati perpanjangan jeda serangan militer.

Meski mengalami penarikan tajam di akhir pekan, ETF Bitcoin secara keseluruhan masih membukukan inflow bersih mingguan sebesar 33,8 juta dolar AS. Catatan ini menjadi tren positif mingguan ketiga secara beruntun bagi instrumen kripto tersebut.

Pergerakan arus dana pada produk ETF seperti milik BlackRock dan Fidelity kini menjadi indikator utama likuiditas pasar sejak SEC menyetujui ETF Bitcoin spot pada awal 2024. Penarikan terbaru yang dipimpin ETF IBIT milik BlackRock Inc. memperlihatkan bahwa keyakinan investor institusional masih relatif rentan.

Senior Derivatives Trader di FalconX Ivan Lim menilai dinamika pasar kripto saat ini masih sangat dipengaruhi oleh faktor makroekonomi serta ketidakpastian regulasi.

"Kami memperkirakan ketidakpastian yang didorong faktor makro akan berlanjut pekan ini, tetapi pandangan jangka panjang kami terhadap Bitcoin tetap optimistis (bullish). Outflow ETF Bitcoin baru-baru ini dan sikap hati-hati pasar merupakan respons atas penundaan pengesahan Clarity Act serta ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat," ujar Ivan Lim, Senior Derivatives Trader di FalconX.

Ketentuan etika dalam Clarity Act menjadi perdebatan di Kongres AS setelah Partai Demokrat mendesak aturan ketat untuk mencegah Presiden AS Donald Trump memperoleh keuntungan finansial dari industri kripto. Laporan menyebutkan bisnis kripto milik Trump mencatatkan keuntungan bernilai 1,4 miliar dolar AS pada tahun lalu.

Sementara itu, Analis dari BTC Markets Rachael Lucas menyoroti pentingnya memantau arah pergerakan arus modal pada sesi perdagangan berikutnya.

"Dua sesi perdagangan berikutnya akan menjadi petunjuk utama. Jika aliran dana menstabil, ini hanyalah jeda sementara akibat sentimen sesaat. Namun, jika outflow berlanjut hingga minggu kedua, kondisinya akan jauh lebih serius," kata Rachael Lucas, Analis dari BTC Markets.

Kebijakan suku bunga The Fed tetap memegang peranan kunci terhadap pergerakan aset berisiko. Sinyal kenaikan suku bunga biasanya mendorong investor memindahkan modal ke instrumen obligasi pemerintah AS yang lebih aman, sedangkan pemangkasan suku bunga cenderung mengalirkan likuiditas kembali ke aset kripto.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed