Harga Bitcoin Tembus Level US 80 Ribu Dolar Dipicu Sentimen Makro
Harga Bitcoin kembali melampaui level 80.000 dolar AS atau sekitar Rp1,4 miliar pada perdagangan Selasa (25/8/2026). Melonjaknya harga kripto terbesar di dunia ini didorong oleh serangkaian sentimen positif makroekonomi serta lonjakan arus modal masuk institusional, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Aset digital tersebut sempat melambung hingga 2,9 persen ke titik tertinggi US$81.257 sebelum bergerak stabil pada kisaran US$79.800. Meski mencatatkan kenaikan 23 persen dalam sepekan terakhir yang menjadi pemulihan mingguan terbesar dalam tiga tahun, nilainya masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$126.000 pada Oktober 2025.
Penguatan harga dipicu pengumuman Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent terkait rencana peningkatan pembelian kembali obligasi AS jangka panjang guna menekan imbal hasil. Kebijakan ini memperlemah mata uang dolar AS sekaligus mendorong arus modal menuju aset pelindung nilai seperti Bitcoin dan emas.
Analis riset Bitget Wallet Lacie Zhang memberikan penjelasannya terkait kondisi pasar terkini.
"Latar belakang makroekonomi menjadi lebih mendukung setelah perluasan rencana buyback Treasury AS memperlemah Dolar dan menghidupkan kembali debasement trade di Bitcoin dan emas," kata Lacie Zhang, Analis Riset Bitget Wallet.
Dukungan pasar juga datang dari tingginya minat investor institusional. Data Bloomberg mencatat produk Spot Bitcoin ETF di AS membukukan arus modal masuk bersih sebesar US$1,92 miliar dalam sepekan terakhir, ditambah suntikan dana senilai US$337 juta pada perdagangan Senin (24/8/2026).
Pendiri Venn Link Partners Cici Lu McCalman mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen dari total pasokan Bitcoin aktif yang beredar tidak berpindah tangan selama lebih dari satu tahun, sehingga memicu keterbatasan pasokan di pasar saat permintaan melonjak.
Sentimen positif pasar kripto turut diperkuat oleh langkah Presiden AS Donald Trump yang menggelar pertemuan bersama para pemimpin industri, serta mendesak Senat AS untuk segera memproses rancangan undang-undang struktur pasar kripto atau Clarity Act pada September mendatang.
Walaupun reli harga berhasil melikuidasi sekitar US$7,2 miliar posisi taruhan bearish pada pekan lalu, kenaikan mendekati rata-rata pergerakan 50 pekan di level US$81.000 tetap berpotensi memicu aksi ambil untung, terutama dari penambang Bitcoin yang sempat mengalami tekanan margin modal.
Direktur Riset Bitfire Allen Ding menilai tren penguatan pasar ini masih memerlukan konfirmasi berlanjut.
"Jika partisipasi institusional, kemajuan regulasi, dan rotasi modal terus saling memperkuat, lonjakan ini bukan sekadar short squeeze, melainkan bisa menjadi awal dari siklus pasar yang baru," ujar Allen Ding, Direktur Riset Bitfire.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow