Pemkot Jakarta Timur Relokasi 613 PKL Pasar Kramat Jati

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kota Jakarta Timur menyiapkan empat lokasi penampungan untuk menata 613 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Raya Bogor kawasan Pasar Kramat Jati. Kebijakan ini menyusul insiden kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar pada Senin (17/8/2026).

Lokasi penataan tersebut mencakup Lokasi Binaan Kramat Jati, area dalam Pasar Kramat Jati, Lokasi Sementara Cililitan, serta Lokasi Sementara Jalan Nusa Indah di Ciracas. Penataan dipicu oleh peristiwa gugurnya pelajar berinisial HH (17) akibat sepeda motornya tergelincir di bahu jalan yang licin oleh limbah pedagang sebelum terlindas truk sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Kepala Divisi Operasional Pasar Wilayah II Perumda Pasar Jaya Yohanes Daramonsidi menyampaikan kesiapan skema pendistribusian ratusan pedagang tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi Pemkot Jakarta Timur.

"Total seluruh 613 PKL sudah siap didistribusikan ke empat lokasi dan akan finalisasi, pedagang maunya (direlokasi)," ujar Yohanes Daramonsidi, Kepala Divisi Operasional Pasar Wilayah II Perumda Pasar Jaya, dilansir dari Kompas.com.

Pembagian tempat dilakukan berdasarkan jenis komoditas dan kapasitas area. Dari total pedagang, sebanyak 193 pedagang ikan dan kerang dialokasikan khusus ke Lokbin Kramat Jati demi mengisolasi limbah basah.

"Pedagang ikannya sebanyak 193 orang akan dipindahkan ke Lokbin Kramat Jati," kata Yohanes Daramonsidi, dilansir dari ANTARA.

Sementara itu, Perumda Pasar Jaya menyiapkan ruang bagi 282 pedagang komoditas lain seperti daging, ayam, sayur, buah, kue, hingga kopi di area dalam Pasar Kramat Jati.

"Pasar Jaya siap menampung 282 pedagang sesuai dengan space yang tersedia di Pasar Kramat Jati, sesuai dengan kuota kios, los, dan PKL," kata Yohanes Daramonsidi.

Sisa pedagang yang tidak tertampung di dua tempat tersebut diproyeksikan mengisi Loksem Cililitan dan Loksem Jalan Nusa Indah, Ciracas.

"Ada 282 pedagang yang dapat ditampung di Pasar Kramat Jati terdiri atas pedagang daging ayam, sayur, buah, kue, dan kopi. Penempatan tersebut disesuaikan dengan ruang yang tersedia, termasuk kuota kios, los, dan area PKL," jelas Yohanes Daramonsidi.

Pihak pengelola menegaskan dukungan penuh atas langkah penertiban fasilitas publik tersebut.

"Sedangkan sisanya akan diarahkan ke dua lokasi sementara (loksem), yakni Loksem Cililitan dan Loksem Jalan Nusa Indah Ciracas," ujar Yohanes Daramonsidi.

Sosialisasi dan penetapan pilihan lokasi dijadwalkan berlangsung pada Rabu (26/8/2026) di Kantor Kecamatan Kramat Jati.

"Pasar Jaya siap menampung mereka, sudah ada pembagian (area)," ucap Yohanes Daramonsidi.

Langkah pemindahan ini ditujukan agar fungsi jalan umum kembali optimal tanpa mengganggu roda ekonomi para pedagang.

"Penataan dilakukan agar para pedagang berjualan bukan di fasilitas dan sarana umum yang mengganggu kepentingan masyarakat," tutur Yohanes Daramonsidi.

Pihak manajemen berharap seluruh aktivitas jual beli dapat segera normal kembali setelah pemindahan.

"Penataan tersebut dilakukan agar para pedagang tetap bisa menjalankan aktivitas perdagangan tanpa menggunakan fasilitas umum yang mengganggu kepentingan masyarakat," tutur Yohanes Daramonsidi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo sebelumnya telah meminta penanganan tegas terkait potensi bahaya lalu lintas di lokasi tersebut.

"Innalillahi wa innailaihi rajiun. Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum HH. Saya sudah meminta kepada jajaran terkait, terutama kepada wali kota dan juga kepada Satpol PP, yang begini tidak boleh terulang," kata Pramono Anung Wibowo, Gubernur DKI Jakarta.

Menindaklanjuti arahan Gubernur, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengerahkan penanganan darurat lintas dinas.

"Untuk penanganan darurat, mulai kemarin malam sudah dikerahkan Satpol PP, Dishub, PPSU, serta aparat kecamatan dan kelurahan untuk mendorong jualannya agar jangan memakai badan jalan," ujar Munjirin, Wali Kota Jakarta Timur.

Munjirin turut mewajibkan para pedagang menampung air limbah agar tidak membasahi aspal.

"Jangan menyiram ikan dengan air dibiarkan mengalir di jalanan, tetapi harus pakai air siraman, wajib untuk ditampung dengan ember atau plastik," tutur Munjirin.

Di sisi lain, ayah korban, Eri Yusnovi (49), meminta penertiban dilaksanakan secara permanen dan bukan sekadar menggeser lapak.

"Intinya bukan di situ, kondisi jalan yang licin, seharusnya bisa lebih tegas, area jalan bukan untuk dagangan," tutur Eri Yusnovi, Ayah Korban.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed