Pemerintah Targetkan Pengelolaan Sampah Darurat Selesai Dua Tahun

Smallest Font
Largest Font

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan penanganan sampah darurat di Indonesia selesai dalam kurun 60 hingga 70 persen selama dua tahun. Instruksi penanganan tersebut diterima langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah mendorong Indonesia menjadi negara maju, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, produksi sampah nasional mencapai 25 hingga 71 juta ton pada 2025. Sisa makanan menjadi penyumbang terbesar sebesar 40-45 persen, diikuti sampah plastik sebesar 20 persen. Saat ini, sebanyak 75 persen atau 108.652 ton sampah per hari belum dikelola secara maksimal.

"Karena Presiden perintah, bagaimana Indonesia maju kalau sampah saja tidak bisa diatasi. Kalau sampah saja kita tidak bisa urus, bagaimana kita mengurus yang lebih besar. Itu perintah Pak Presiden.

Berapa lama? Saya mengatakan 60-70 persen, 2 tahun selesai," kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Kondisi penumpukan sampah di sejumlah kawasan seperti Bantar Gebang Kota Bekasi, Tangerang, dan Bali telah dikategorikan darurat dengan ketinggian gunungan sampah mencapai 60 meter. Pemerintah memperluas proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang kini beroperasi di Bali, Jawa Barat, dan Bekasi, serta direncanakan bakal diresmikan di Sumatera Selatan pada Oktober.

"PSEL yang ada di Kota Bekasi. Pertama dulu di Bali, Jawa Barat, di Bandung. Terus di sini, berarti sudah tiga.

Yang akan diresmikan, insyaallah, bulan Oktober di Sumatera Selatan. Target kita tadi, Danantara Mas Pandu mengatakan mudah-mudahan 2027-2028 itu bisa selesaikan," kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Pengembangan fasilitas PSEL Bekasi diharapkan mampu menyelesaikan krisis pengolahan limbah perkotaan secara berkesinambungan.

"Pengelolaan sampah menjadi energi listrik ini. Nah, tapi itu semua baru yang darurat ini. Seperti Bantar Gebang ini, Kota Bekasi ini darurat.

Di Tangerang itu juga darurat, Bali juga darurat. Tumpukannya sudah sampai 60 meter tingginya," kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Pengoperasian PSEL Bekasi dirancang untuk mengolah 500 ribu ton sampah per tahun. Fasilitas ini diproyeksikan mengurangi emisi karbon hingga 640.000 ton sekaligus menyuplai energi bersih bagi 55.000 rumah di Kota Bekasi.

"Dan inisiatif yang bernilai Rp3 triliun ini dari sisi investasi diperkirakan menciptakan 1.000 lapangan kerja hijau, serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 90%," kata Pandu Patria Sjahrir, Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed