Pemerintah Targetkan Penandatanganan I-EU CEPA Selesai Oktober 2026
Pemerintah Indonesia menargetkan penandatanganan perjanjian kerja sama I-EU CEPA dapat dilaksanakan pada Oktober 2026 guna memperluas akses pasar ekspor nasional di kawasan Eropa. Langkah persiapannya dibahas dalam Dialog Tingkat Tinggi Indonesia–Uni Eropa di Jakarta pada Jumat (21/8/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin pertemuan strategis yang dihadiri perwakilan kementerian serta duta besar negara anggota Uni Eropa. Forum ini difokuskan untuk menyelesaikan dokumen hukum, harmonisasi regulasi teknis, hingga percepatan prosedur ratifikasi antarnegara.
Proses perundingan I-EU CEPA yang berjalan sejak 2016 telah mencapai kesepakatan substansial pada September 2025. Melalui perjanjian ini, sekitar 98 persen pos tarif bakal diliberalisasi, sehingga produk unggulan seperti minyak sawit, tekstil, alas kaki, dan karet berpeluang mendapatkan tarif nol persen.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa koordinasi antarlembaga terus dipercepat untuk merampungkan seluruh aspek teknis sebelum aturan resmi diberlakukan.
"Saat ini, kami sedang bekerja lintas kementerian untuk menyelesaikan proses penyusunan dokumen hukum serta berbagai aspek teknis lainnya dalam mempersiapkan implementasi I-EU CEPA," ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Budi menambahkan, skema tarif kompetitif tersebut menjadi salah satu komitmen tertinggi yang pernah didapatkan Indonesia dalam kerja sama dagang internasional.
"Hal ini memberikan peluang yang lebih besar bagi produk Indonesia untuk memasuki pasar Uni Eropa dengan tarif yang lebih competitive," kata Budi Santoso.
Implementasi perjanjian dagang ini diharapkan mampu menjangkau pasar Uni Eropa yang mencakup 450 juta konsumen. Di sisi lain, pemerintah juga mengantisipasi sejumlah tantangan regulasi non-tarif seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR) serta Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM).
Mendag menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan asosiasi bisnis agar potensi kerja sama ini bisa terealisasi secara maksimal.
"Kami terus berkolaborasi dengan asosiasi serta mendorong komunikasi antara perusahaan Indonesia dan Uni Eropa. Hal ini akan menjadi sangat penting ketika perjanjian sudah diimplementasikan," katanya.
Setelah proses penandatanganan selesai pada akhir September atau Oktober 2026, berkas perjanjian akan diserahkan ke Parlemen Eropa. Pemerintah optimistis I-EU CEPA dapat mulai diimplementasikan secara penuh pada awal 2027 mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow