Pemerintah Siapkan Kunjungan Presiden Prabowo Tinjau Gempa NTT
Pemerintah tengah mempersiapkan rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Nusa Tenggara Timur untuk meninjau penanganan dampak gempa bumi tektonik yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Namun, kepastian jadwal kedatangan masih menyesuaikan prioritas penanganan darurat di lapangan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penanganan bencana pada tahap awal membutuhkan fokus utama pada pemulihan situasi sebelum agenda kunjungan pimpinan negara dilaksanakan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
"Sedang direncanakan. Sedang direncanakan, tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan bukan kita memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu," ujar Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Persiapan untuk peninjauan presiden dinilai memerlukan sarana dan koordinasi khusus yang berbeda dari agenda kerja protokoler biasa.
"Karena kehadiran seorang presiden tentu membutuhkan persiapan dan sarana-sarana yang tidak seperti kunjungan biasa," lanjut Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Pemerintah belum menetapkan apakah peninjauan akan dilakukan dalam pekan ini atau menanti proses pemulihan pascabencana berjalan lebih jauh. Kendati demikian, Kepala Negara terus memantau perkembangan kondisi di Nusa Tenggara Timur melalui laporan berkala dari kementerian terkait, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Basarnas.
"Jadi yang penting adalah kami setiap hari memonitor, ya, para menteri juga melaporkan, Kepala Basarnas setiap hari laporan kepada kami, kemudian BNPB juga laporan," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Dukungan logistik dan bantuan kemanusiaan dari sejumlah pemerintah daerah lain juga terus mengalir ke wilayah terdampak, termasuk pengiriman bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Kami juga mengapresiasi karena banyak pemerintah provinsi, pemerintah daerah yang lain juga mengirimkan bantuan-bantuan, termasuk misalnya seperti dari Pemprov Jawa Tengah. Ini bukti solidaritas kita bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah," lanjut Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Bencana ini dipicu oleh gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 di perairan utara Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi ratusan gempa susulan yang berpotensi berlangsung hingga tiga pekan ke depan.
Guncangan dangkal pada kedalaman 15 kilometer akibat aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Thrust) tersebut tergolong sangat merusak, melebihi karakteristik gempa bersejarah Magnitudo 7,8 pada tahun 1992 yang pernah memicu tsunami dan menewaskan lebih dari 2.000 jiwa di Maumere.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow