Pemerintah Raup Penjualan Sukuk Ritel SR025 Rp3,26 Triliun
Pemerintah merealisasikan penjualan Sukuk Ritel seri SR025 sebesar Rp3,26 triliun pada sepekan pertama masa penawaran yang dibuka sejak 21 Agustus 2026. Hasil tersebut terhimpun dari dua varian tenor yang ditawarkan kepada investor individu hingga Kamis (27/8/2026).
Berdasarkan data penjualan nasional, instrumen SR025-T3 dengan tenor tiga tahun telah terserap sekitar Rp2,58 triliun atau 17,2 persen dari total target Rp15 triliun. Sementara itu, varian SR025-T5 dengan tenor lima tahun mencatatkan pemesanan sebesar Rp680 miliar atau setara 13,6 persen dari kuota Rp5 triliun.
Tingkat pemesanan awal ini masih menyisakan kuota nasional lebih dari Rp16 triliun hingga penutupan masa penawaran pada 16 September 2026. Sebelumnya, pemesanan awal pada Senin (24/8/2026) melalu salah satu mitra distribusi Bibit sempat tercatat berada di angka Rp1,27 triliun atau 6,35 persen dari total target Rp20 triliun.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menetapkan imbal hasil tetap sebesar 6,80 persen per tahun untuk SR025-T3 dan 6,90 persen per tahun untuk SR025-T5. Penawaran imbal hasil tersebut menjadi yang tertinggi untuk kategori Sukuk Ritel sejak penerbitan seri SR012 pada 2020.
Ekonom Utama Permata Bank menilai capaian penjualan pada pekan awal ini sudah cukup baik dan belum mencerminkan hasil akhir penerbitan.
"Penjualan pada dalam pekan pertama menurut saya cukup baik, tetapi belum dapat disebut berada di atas jalur target Rp20 triliun," kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank.
Ia menambahkan bahwa pola pembelian instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel oleh masyarakat pada umumnya tidak tersebar secara merata sepanjang masa penawaran.
"Jadi saya tidak akan menyebut permintaannya lemah, tetapi juga belum bisa disebut sangat kuat," ujar Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank.
Pergerakan pasar modal domestik turut ditopang oleh penurunan imbal hasil SBN tenor 10 tahun yang melandai dari 7,04 persen menjadi 6,93 persen seiring masuknya dana asing sebesar Rp32,04 triliun sepanjang kuartal ketiga hingga pertengahan Agustus 2026. Kondisi ini terjadi saat Bank Indonesia memutuskan menahan BI Rate di level 5,75 persen.
Masyarakat dapat memesan SR025 dengan batas minimum investasi sebesar Rp1 juta melalui 33 mitra distribusi resmi yang ditunjuk pemerintah. Batas maksimum pemesanan ditetapkan sebesar Rp5 miliar untuk tenor tiga tahun dan Rp10 miliar untuk tenor lima tahun, dengan tanggal settlement pada 23 September 2026.
Guna mendongkrak partisipasi investor ritel, sejumlah mitra distribusi perbankan seperti bank bjb turut menyediakan program apresiasi cashback hingga Rp10,5 juta untuk pemesanan yang dilakukan dalam periode 21 Agustus hingga 4 September 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow