Pemerintah Patok Batas Maksimal Harga Daging Sapi Rp 142.000 Per Kg
Pemerintah menyiapkan intervensi pasar dengan menetapkan batas harga maksimal daging sapi sebesar Rp 142.000 per kilogram di tingkat konsumen. Kebijakan subsidi melalui APBN dan APBD ini disiapkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta, Minggu (23/8/2026), apabila kenaikan harga melebihi 5 persen akibat fluktuasi nilai tukar.
Langkah intervensi harga dilakukan karena lonjakan harga daging sapi domestik masih sangat dipengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang asing, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Pemerintah memanfaatkan dana tidak terduga di setiap daerah untuk menjaga daya beli masyarakat.
"Daging sapi memang kita belum swasembada. Oleh karena itu kalau harganya menyesuaikan dengan nilai tukar, ya memang begitu. Tapi kita sudah minta kalau sudah lebih dari 5%, itu nanti ada dana dari APBN, APBD.
Tiap daerah itu ada dana tidak terduga, bisa dibantu untuk subsidi. Rp142.000 paling tinggi," kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Selain menjaga stabilitas harga daging, pasokan bahan pangan pokok lain seperti beras, telur, daging ayam, ikan, hingga gula pasir dipastikan berada dalam kondisi melimpah di pasaran. Pengawasan ketat terus berjalan demi memastikan kelancaran rantai pasok nasional.
Hambatan distribusi pangan saat ini masih terjadi di wilayah terdampak bencana alam, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumatra Utara, akibat kendala geografis serta medan perbukitan. Pemerintah memastikan penanganan darurat akan segera dilanjutkan ke tahap pembangunan hunian sementara dan tetap.
"Kita jamin soal pangan aman di NTT. Bulog, Bapanas bergerak cepat. Soal waktu kapal saja. 1-2 hari semua akan rata setelah akan datang.
Kecuali memang yang tidak memungkinkan daerah itu dihubungi. Tidak usah khawatir beras banyak, telur banyak, ayam banyak, ikan banyak, gula banyak. Banyak.
Makanan kita cukup," kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Kementerian dan lembaga terkait berjanji terus memperkuat sinergi lintas sektor guna mengawal keterjangkauan harga serta ketersediaan pasokan pangan di seluruh Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow