Pemerintah Patok Belanja RAPBN 2027 Mencapai Rp 4097 Triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan strategi penekanan defisit anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). Belanja negara dialokasikan mencapai Rp 4.097,2 triliun, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Nilai belanja tersebut menunjukkan peningkatan ketimbang alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang tercatat sebesar Rp 3.842,7 triliun. Guna mengimbangi lonjakan belanja, optimisme tinggi ditumpukan pada optimalisasi sektor perpajakan serta integrasi usaha ilegal ke legal.
Menteri Keuangan menilai kinerja penerimaan pajak terus menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Kondisi tersebut diyakini mampu mendongkrak rasio perpajakan hingga melampaui target semula.
"Nah, ini sekarang kita lihat pajak dengan keadaan sekarang kan sudah tumbuh segitu kan, bisa diperkirakan 2,4%. Kan penerimaan pajak kelihatannya sih akan membaik dibanding, kalau sama dengan sekarang saja, bisa lebih bagus daripada yang direncanakan itu. Tax ratio-nya mungkin akan naik bukan 9 persen kayak tadi, mungkin lebih," ujar Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Peningkatan pendapatan juga diupayakan melalui penindakan rokok ilegal serta pemanfaatan laju pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah penertiban tersebut diharapkan memberi kontribusi tambahan bagi kas negara.
"Jadi dan tadi kalau rokok masuk ke apa yang ilegal masuk ke legal, ada tambahan lagi sedikit nanti. Dan nanti kalau pertumbuhan ekonomi lebih cepat juga kita akan dapatkan pajak lebih banyak lagi. Jadi kita akan kerjakan itu," jelas Purbaya.
Pengawasan berkala terhadap APBN tetap dijalankan tiap bulan untuk mengantisipasi dinamika ekonomi. Opsi efisiensi anggaran siap diambil apabila situasi perekonomian mengharuskan penyesuaian.
"Tapi kalau ada apa-apa, kita selalu monitor kondisi APBN kita dari bulan ke bulan. Kalau kita perlu efisiensi, kita efisiensi. Kalau keadaan memaksa, tapi rasanya enggak. Kita akan jaga terus defisit di bawah 3 persen sesuai dengan perintah Bapak Presiden," imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyampaikan rancangan anggaran tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan. Pendapatan negara pada 2027 diproyeksikan menyentuh Rp 3.426,0 triliun, naik dari Rp 3.153,6 triliun pada APBN 2026. Sementara pembiayaan dirancang sebesar Rp 671,2 triliun, sehingga defisit anggaran dapat ditekan menjadi 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Angka defisit ini turun dari rencana pembiayaan di APBN tahun 2026, yaitu Rp 689,1 triliun, dengan defisit 2,68% Produk Domestik Bruto," ujar Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang APBN TA 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow