Pemerintah Hitung Ulang Harga Pertamax dan Bantah Isu BBM Rp10 Ribu
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengevaluasi biaya pokok penyediaan (BPP) BBM non-subsidi jenis Pertamax pada Rabu (29/7/2026) guna menyesuaikan dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia, sekaligus membantah kabar viral mengenai penurunan harga Pertamax menjadi Rp10.000 per liter.
Pemerintah menegaskan bahwa informasi yang beredar luas di platform TikTok terkait penurunan harga Pertalite menjadi Rp5.000, Solar Rp2.500, Pertamax Rp10.000, Pertamax Turbo Rp12.250, dan Pertamina Dex Rp15.650 per liter merupakan berita bohong atau hoaks. Hasil penelusuran hingga akhir Juli 2026 menunjukkan tidak ada pengumuman resmi terkait pemotongan harga drastis tersebut.
Pada penyesuaian harga resmi per 1 Juli 2026, PT Pertamina (Persero) serta badan usaha swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo hanya memangkas harga sejumlah BBM non-subsidi jenis diesel dan varian tinggi. Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter, Pertamina Dex menjadi Rp21.150 per liter, dan Dexlite turun ke Rp19.700 per liter.
Sementara itu, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) tetap bertahan di angka Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 di kisaran Rp17.000 per liter. Begitu pula dengan jenis BBM bersubsidi seperti Pertalite yang dipatok Rp10.000 per liter dan Solar subsidi sebesar Rp6.800 per liter.
Dalam keterangan resminya, pihak Kementerian ESDM menyampaikan skema kalkulasi penetapan harga BBM non-subsidi yang tengah diproses.
"Jadi nanti akan dihitung BPP (biaya pokok penyediaan)-nya Pertamina ditambah keuntungan. Nanti kami dari Kementerian ESDM akan mencoba melihat kira-kira harga yang ini keekonomiannya bagaimana," ujar Yuliot, Wakil Menteri ESDM.
Yuliot menjelaskan bahwa pergerakan harga pasar Pertamax sangat bergantung pada perkembangan tren minyak mentah global yang berfluktuasi akibat ketidakpastian geopolitik.
"Kalau potensi nanti ini harga minyak secara rata-rata turun, ya tentu dari Pertamina akan menyesuaikan harga," kata Yuliot.
Pergerakan minyak mentah acuan Brent untuk pengiriman Oktober sempat melemah 2,34 persen ke level 83,86 dolar AS per barel pada 28 Juli 2026, setelah sebelumnya sempat melonjak hingga 100,07 dolar AS per barel pada 23 Juli 2026. Di sisi lain, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) pengiriman September tercatat berada di level 80,73 dolar AS per barel.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow