PDIP Respon Hasil Survei IPO dan Dorong Program Padat Karya
Hasil survei Indonesia Political Opinion periode 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 menempatkan Partai Gerindra di posisi teratas elektabilitas dengan 17,5 persen, disusul PDI Perjuangan sebesar 12,8 persen dan Golkar 10,4 persen. Menanggapi angka elektabilitas tersebut di Surabaya pada Senin, 10 Agustus 2026, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan fokus utama partai adalah menghadirkan kerja nyata dan perubahan konkret bagi masyarakat kecil. Hasto mendorong jajaran legislatif dari partainya untuk memperkuat program padat karya guna membantu warga menghadapi tekanan fiskal.
"Tapi mari pada bulan Agustus ini, dengan melihat berbagai problematika bangsa yang tidak mudah, itu baiknya kita isi dengan hal-hal yang positif," ujar Hasto.
Ia menyinggung pentingnya fungsi pengawasan DPR serta keterbukaan pemerintah terhadap masukan demi efektivitas kebijakan publik. "Kita tidak bisa melarang berbagai bentuk ekspresi melalui demonstrasi, karena itu hak konstitusional dan dijamin oleh konstitusi. Hanya skala prioritas saat ini pada bulan Agustus ini, lebih baik kita menggali dan kemudian melihat relevansi dan kemudian merumuskan agenda apa yang kita lakukan," kata Hasto.
Terkait posisi survei parpol, Hasto menilai hasil statistik tidak boleh mengalihkan fokus dari pemenuhan kebutuhan rakyat marhaen. "Kalau buat kami yang penting kerja untuk rakyat. Apa pun surveinya, kalau kami tidak bisa membawa perubahan-perubahan konkret pada kehidupan rakyat marhaen, lalu apa makna politik?" ucap Hasto.
Ia memaparkan contoh kebijakan Pemkot Surabaya dalam penyediaan lapangan kerja, penataan ruang, serta bantuan sosial yang memberdayakan warga. "Termasuk apa yang terjadi di Kota Surabaya ini menunjukkan bagaimana narasi pembebasan, keberpihakan terhadap wong cilik itu dijabarkan dengan sangat baik," ujar Hasto. Hasto menekankan agar skema bantuan sosial difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi dan kemandirian ekonomi penerimanya.
"Kami juga mendorong para anggota legislatif dari PDI Perjuangan menghadapi tantangan fiskal yang sulit untuk lebih mendorong program-program padat karya," ujar Hasto.
Selain dorongan kebijakan publik, PDIP juga memfasilitasi pengembangan varietas benih padi MSP 65 di bawah pembinaan Sandara Restu yang dapat dipanen dalam waktu sekitar 65 hari.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow