Pameran ILF dan IGT 2026 Unjuk Inovasi Manufaktur di Jakarta
Pameran Indo Leather & Footwear Expo serta Indo Garment & Textile Expo 2026 resmi digelar di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, pada 5 hingga 7 Agustus 2026. Dilansir dari Investor Daily, ajang ini mempertemukan para pelaku industri manufaktur, investor, dan pembeli guna memperluas jaringan bisnis global.
Sebanyak 210 peserta ikut memadati area pameran, termasuk 50 UMKM lokal serta perwakilan industri dari 14 negara. Berbagai inovasi disajikan, mulai dari material ramah lingkungan, mesin otomasi, hingga produk fashion jadi.
CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim menegaskan peran penting ajang internasional ini bagi ekosistem manufaktur nasional.
"Pameran ini menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen untuk menampilkan inovasi terkini, memperluas jejaring bisnis, serta memperkuat daya saing industri manufaktur Indonesia di pasar global," kata Daud D. Salim, CEO Krista Exhibitions Group.
Pameran ini juga dimeriahkan dengan peragaan busana serta program Business Matching untuk mendorong kesepakatan bisnis antarnegara.
Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan pandangannya terkait masa depan sektor ini saat membuka acara.
"Industri tekstil, kulit, dan alas kaki Indonesia adalah industri masa depan. Setiap helai kain yang ditenun, setiap lembar kulit yang disamak, setiap sepatu yang dijahit, membawa nama Indonesia ke ruang-ruang toko di berbagai belahan dunia. Ini adalah industri yang menyentuh kehidupan jutaan keluarga, sekaligus menjadi wajah kita di pasar global," kata Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian Republik Indonesia.
Kinerja sektor ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,28 persen dengan nilai investasi asing yang melonjak dari Rp13,5 triliun pada 2024 menjadi Rp24 triliun pada 2025.
"Kepercayaan investor asing juga meningkat hampir dua kali lipat, dari Rp13,5 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp24 triliun pada tahun 2025," kata Agus Gumiwang Kartasasmita.
Peningkatan ekspor juga membuat sektor manufaktur nasional mencatatkan neraca perdagangan yang solid.
"Surplus perdagangan sebesar US$2,89 miliar. Artinya kita mengekspor jauh lebih banyak dari pada yang kita import," kata Agus Gumiwang Kartasasmita.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow