Operation Bluebird Meluncurkan Twitter.now di Tengah Sengketa Merek
Startup asal Virginia, Operation Bluebird, meluncurkan platform media sosial baru bernama Twitter.now pada Senin (24/8/2026) di tengah sengketa hukum dengan X Corporation milik Elon Musk mengenai hak kekayaan intelektual merek Twitter.
Operation Bluebird menilai X Corporation telah meninggalkan merek dagang Twitter, istilah tweet, serta logo burung setelah akuisisi pada 2022. Namun, X Corporation telah mengajukan gugatan pada akhir 2025 ke pengadilan federal di Delaware untuk memblokir penggunaan identitas lama tersebut.
Dalam persidangan pada April 2026, Hakim Pengadilan Distrik Amerika Serikat Colm Connolly secara sementara mengindikasikan bahwa X tampaknya melepaskan klaim kekayaan intelektual atas kata tweet, logo burung, serta kemungkinan nama Twitter, meski putusan tertulis resmi belum diterbitkan.
Pihak Operation Bluebird menganggap petunjuk hakim tersebut sebagai lampu hijau untuk mengoperasikan platform yang baru membuka akses awal bagi ratusan anggota berbayar.
"Ketika X Corp. meninggalkan merek Twitter, kami melihat kesempatan untuk membangun sesuatu yang baru: ruang publik yang diatur berdasarkan kepercayaan, transparansi, dan pilihan pengguna," kata Stephen Coates, Salah Satu Pendiri dan Penasihat Hukum Utama Operation Bluebird.
Ia menegaskan bahwa platform ini tidak dirancang untuk menghidupkan kembali sistem lama secara mentah-mentah.
"Twitter.now bukanlah upaya untuk menghidupkan kembali platform lama. Kami sedang membangun layanan yang berbeda, dengan sinyal kepercayaan yang memberikan konteks untuk apa yang pengguna lihat dan alat yang memungkinkan pengguna-bukan algoritma yang buram-untuk menentukan seberapa banyak kredibilitas dan kebisingan yang mencapai feed mereka," sambung Stephen Coates, Salah Satu Pendiri dan Penasihat Hukum Utama Operation Bluebird.
Secara antarmuka, Twitter.now mempertahankan fitur khas seperti kolom balasan dan retweet, namun menambahkan mesin verifikasi kecerdasan buatan Gemini bernama Vera yang mengukur kredibilitas unggahan secara otomatis.
"Kami adalah perusahaan kecil, kami memiliki investor, dan kami memiliki produk. Kami sudah menunggu berbulan-bulan untuk meluncurkannya, dan kami tidak akan menunggu lagi," ujar Stephen Coates, Salah Satu Pendiri dan Penasihat Hukum Utama Operation Bluebird.
Ia juga menjelaskan prinsip moderasi yang diusung oleh perusahaan dalam menyaring informasi yang beredar di platform tersebut.
"Kami mengatakan kebebasan berbicara, bukan kebebasan untuk menjangkau," kata Stephen Coates, Salah Satu Pendiri dan Penasihat Hukum Utama Operation Bluebird.
Operation Bluebird secara resmi menyatakan di situsnya bahwa mereka tidak berafiliasi dengan X Corporation. Sementara itu, pengacara merek dagang Josh Gerben menilai peluncuran ini akan memicu respons dan perlawanan hukum lanjutan yang lebih keras dari pihak X Corporation.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow