OJK Catat Pembiayaan Fintech P2P Lending ke UMKM Tembus Rp35,12 Triliun
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan melalui fintech peer-to-peer (P2P) lending kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meningkat signifikan hingga mencapai Rp35,12 triliun per Juni 2026, atau tumbuh sebesar 23,25% dibanding tahun sebelumnya, dilansir dari Investor Daily.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyatakan pembiayaan UMKM tersebut mencapai sekitar 33,41% dari total pembiayaan fintech P2P lending yang tercatat sebesar Rp105,14 triliun pada periode yang sama. Tingkat risiko kredit macet (TWP90) secara agregat berada di angka 4,26%.
"Industri Pindar memiliki posisi yang semakin penting dalam menyediakan alternatif pendanaan bagi UMKM," ujar Agusman dalam acara Fintech Lending Days di Denpasar, Bali, Jumat (21/8/2026).
Menurut Agusman, pembiayaan UMKM lewat fintech P2P lending sejalan dengan kebijakan OJK yang mendorong perluasan akses pembiayaan berkualitas dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menilai industri fintech P2P lending berkontribusi besar terhadap pembiayaan UMKM dan sejalan dengan program pemerintah untuk pengembangan sektor tersebut.
"Pindar punya kontribusi yang luar biasa dalam pembiayaan UMKM. Untuk itu industri ini harus diberikan ruang yang cukup untuk terus tumbuh dari sisi regulasi, fondasi hukum, serta ekosistem yang mendukung," ujar Misbakhun.
Dia menambahkan, dukungan pemerintah terhadap UMKM menjadi momentum bagi industri fintech P2P lending untuk memperkuat perannya dalam menyediakan pembiayaan bagi sektor ini.
Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Entjik S. Djafar, menyatakan pertumbuhan industri fintech P2P lending harus dilakukan secara sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan, bukan hanya agresif.
"Masa depan industri ini membutuhkan kolaborasi yang lebih erat dari stakeholders seperti pemerintah, investor, perbankan, ekosistem pendukung, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya," kata Entjik.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, menekankan pentingnya peningkatan porsi pembiayaan produktif kepada UMKM dari industri fintech P2P lending untuk mendorong perekonomian masyarakat setempat.
Acara Fintech Lending Days tersebut juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman antara sejumlah perusahaan fintech P2P lending dan pelaku UMKM, serta pameran dan business matching UMKM.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow