Oarfish Muncul di Lombok, Peneliti Tegaskan Tak Ada Kaitan Gempa
Penemuan bangkai ikan oarfish sepanjang empat meter di Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mendadak heboh di media sosial.
Fenomena ini menarik perhatian publik setelah video penemuannya diunggah oleh akun Facebook @Baiq Kolby, sebagaimana dikutip dari Detikcom.
Ukuran bangkai hewan laut tersebut sangat besar. Warga bahkan membutuhkan lebih dari dua orang untuk menopang tubuh ikan raksasa tersebut saat diangkat.
Kemunculannya memicu berbagai spekulasi publik. Sebagian masyarakat mengaitkan keberadaan ikan laut dalam ini sebagai pertanda bencana atau ikan kiamat.
Secara ilmiah, oarfish merupakan jenis ikan pelagis yang menghuni perairan laut dalam hingga kedalaman 3.300 kaki atau sekitar 1.000 meter.
Spesies ini tergolong dalam famili Regalecidae, yang berasal dari kata latin Regalis dengan arti kerajaan. Catatan sains merekam keberadaan mereka sejak tahun 1772.
Ikan ini umumnya hidup di wilayah perairan beriklim sedang hingga tropis. Salah satu jenisnya yang terkenal berukuran raksasa adalah Regalecus glesne.
Panjang tubuh spesies ini bisa mencapai 36 kaki atau sekitar 11 meter. Dari segi fisik, tekstur daging ikan ini sangat lembut menyerupai agar-agar.
Untuk bertahan hidup, spesies ini memakan plankton kecil. Ikan ini tidak memiliki gigi, melainkan insang penyapu di area mulutnya.
Asal-usul Mitos Ikan Kiamat
Penamaan oarfish sangat beragam di berbagai negara. Di Finlandia dinamai airokala, sedangkan masyarakat Jerman menyebutnya bandfisch.
Di Indonesia, spesies ini dikenal sebagai ikan dayung atau kerap dijuluki sebagai ikan kiamat oleh sebagian masyarakat.
Sebutan pertanda bencana tersebut berakar dari legenda kuno asal Jepang yang sudah dipercaya sejak abad ke-17.
Dalam legenda Jepang, spesies ini dikenal dengan nama ryugu no tsukai, yang bermakna utusan dari istana dewa laut.
Kemunculan ikan laut dalam ini di perairan dangkal selalu dikaitkan oleh warga lokal sebagai penanda bakal terjadinya gempa bumi besar.
Penjelasan Ilmiah Peneliti Laut
Mitos mengenai keterkaitan ikan oarfish dengan bencana alam dipatahkan oleh kalangan ilmuwan dan ahli kelautan.
Peneliti zoologi dari Universitas London South Bank, Rachel Grant, telah melakukan riset ilmiah bekerja sama dengan peneliti Universitas Tokai Jepang.
Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan sama sekali antara keberadaan oarfish dengan bencana gempa bumi.
"Saya pikir itu karena gempa bumi adalah peristiwa yang tidak dapat diprediksi. Dan orang-orang ingin merasa bahwa mereka memiliki kendali atas peristiwa itu," kata Rachel Grant.
Pandangan senada disampaikan oleh Mark Benfield, peneliti sekaligus ahli kelautan dari Universitas Negeri Louisiana.
Benfield menegaskan tidak ada kaitan ilmiah dalam fenomena ini. Kejadian terdamparnya oarfish murni merupakan peristiwa kebetulan belaka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow