NASA Bantah Isu Bumi Kehilangan Gravitasi pada 12 Agustus 2026
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membantah narasi viral di media sosial yang mengklaim Bumi akan kehilangan gravitasi selama tujuh detik pada Rabu, 12 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Kabar bohong tersebut menuding gelombang gravitasi dari lubang hitam serta proyek rahasia bernama Project Anchor sebagai pemicu terangkatnya benda-benda dari permukaan planet. Badan antariksa tersebut menegaskan bahwa hilangnya gaya tarik secara mendadak tidak mungkin terjadi tanpa adanya perubahan massa planet secara drastis.
"Gravitasi Bumi, atau gaya gravitasi total, ditentukan oleh massanya," kata NASA.
Pihak lembaga memaparkan bahwa fenomena alam yang sebenarnya berlangsung pada tanggal tersebut adalah Gerhana Matahari Total yang melintasi wilayah Greenland, Islandia, Spanyol, serta kawasan Atlantik. "Satu-satunya cara agar Bumi kehilangan gravitasi adalah jika sistem Bumi, yaitu massa gabungan inti, mantel, kerak, samudra, air darat, dan atmosfernya, kehilangan massa," tambah NASA.
Lembaga tersebut juga memastikan bahwa fenomena gerhana maupun riak ruang-waktu dari gelombang gravitasi kosmik tidak memiliki dampak yang sanggup mematikan gravitasi planet secara tiba-tiba. "Bumi tidak akan kehilangan gravitasi pada 12 Agustus 2026," kata NASA.
Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Total tersebut secara daring melalui siaran langsung NASA yang dimulai pada Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 00.15 WIB.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
1
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow