Militer Israel Robohkan Rumah Warga Palestina Setelah Bentrokan di Tell

Smallest Font
Largest Font

Militer Israel merobohkan rumah seorang warga Palestina yang tewas dalam bentrokan di Kota Tell pada Juli 2026. Aksi ini terjadi setelah bentrokan yang menewaskan satu pemukim, satu tentara Israel, dan empat warga Palestina, termasuk Farouq Ramadan.

Wali Kota Tell, Walid Zaidan, mengatakan bahwa pada pagi hari Senin (10/8) sekitar pukul 08.15 (05.15 GMT), pasukan militer meledakkan apartemen tempat tinggal Farouq bersama keluarganya.

"Sekitar pukul 08.15 pagi (05.15 GMT), militer Israel meledakkan apartemen tempat tinggal mendiang Farouq Ramadan bersama istri dan kelima putrinya," ujar Walid Zaidan kepada AFP.

Sebelumnya, sekitar 30 kendaraan militer dan tim zeni Israel telah memasuki desa tersebut pada malam hari dan mengevakuasi penghuni dari 30 rumah di sekitar kediaman Farouq sebelum penghancuran dilakukan.

Menurut militer Israel, rumah itu dihancurkan karena pemiliknya diduga melakukan penembakan dalam insiden tersebut. "Kami akan terus mengambil tindakan proaktif dan ofensif untuk menggagalkan terorisme di seluruh Yudea dan Samaria serta menyeret ke pengadilan para teroris yang berupaya mencelakai warga Negara Israel," demikian pernyataan militer Israel.

Radio militer Israel menyebut jangka waktu dua minggu untuk merobohkan rumah tersebut sebagai "rekor waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Di sisi lain, laporan dari Bulan Sabit Merah Palestina menyebutkan enam orang terluka dalam operasi militer Israel di Tepi Barat, termasuk anak-anak. Pasukan Israel juga melakukan penggeledahan rumah ke rumah di beberapa desa dan menjarah properti warga.

Kelompok pemukim Israel menyerbu beberapa desa di selatan Nablus, meskipun tidak ada laporan cedera dalam insiden tersebut. Selain itu, operasi penangkapan massal dilakukan di berbagai provinsi Tepi Barat dengan puluhan warga Palestina ditahan selama penggerebekan.

Data dari stasiun penyiaran Israel Kan menyatakan bahwa serangan pemukim di Tepi Barat meningkat 63% selama enam bulan pertama tahun 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan 660 insiden tercatat dibandingkan 405 insiden pada 2025.

Badan keamanan Israel mengklasifikasikan tindakan tersebut sebagai terorisme, sekaligus mencatat peningkatan 50% kekerasan terhadap personel keamanan Israel dengan 45 insiden selama paruh pertama tahun ini.

Sementara itu, intensifikasi aksi aneksasi dan pembangunan permukiman ilegal terus berlangsung di Tepi Barat. Pemerintah Israel mengumumkan rencana pembangunan 2.300 unit perumahan baru di Yerusalem Timur, bersamaan dengan upaya mempercepat legalisasi pos pemukiman di wilayah tersebut.

Fenomena ini terjadi bersamaan dengan proyek rekonstruksi New Gaza yang digulirkan di bawah mekanisme Board of Peace (BoP), yang menurut sejumlah pihak menjadi ladang bisnis dan kapitalisasi ekonomi Amerika Serikat di kawasan tersebut, sementara akar persoalan konflik tetap belum terselesaikan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed