Aparat Sekat Massa Bersejata Sajam Pascabentrokan Maut di Menteng

Smallest Font
Largest Font

Aparat keamanan gabungan TNI dan Polri menyiagakan puluhan personel serta delapan kendaraan dinas di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (27/7/2026) pagi guna mengantisipasi bentrokan susulan.

Pengamanan ketat tersebut dilakukan setelah sekelompok massa bersenjata tajam dan panah sempat mendatangi lokasi pada Minggu (26/7/2026) malam hingga Senin dini hari, memicu ketakutan warga sekitar.

Kedatangan massa diduga terkait aksi solidaritas atas tewasnya K (23) dan lukanya DS dalam perselisihan yang terjadi pada Minggu pagi.

Seorang warga lokal, Isnawati, menceritakan kepanikan saat puluhan orang mulai berkumpul dari arah Matraman menuju Jalan Tambak pada tengah malam.

"Tengah malam itu jam 12 malam tiba-tiba ramai lagi. Anak saya kan sama temennya di depan juga, dia ikutan di pos. Katanya pada bawa senjata. Ada yang bawa parang panjang-panjang, sama bawa panah, itu sama busurnya," ungkap Isnawati saat berbincang dengan Kompas.com di lokasi, Senin (27/7/2026) pagi.

Massa yang diperkirakan mencapai 50 orang tersebut berjalan kaki secara bergerombol dari Flyover Pramuka, yang memaksa warga menahan kantuk untuk berjaga.

"They datengnya dari arah Matraman, dari Flyover Pramuka situ, banyak kayaknya 50 orang ada deh," kata Isnawati.

Merespons situasi darurat tersebut, Isnawati memikirkan keselamatan keluarganya yang masih beraktivitas di luar rumah saat ketegangan meningkat.

"Saya panik kan, enggak bisa tidur, takut ribut lagi. Kepikiran anak saya masih di luar, suami posisinya narik ojol dia belum pulang. Gelisah aja pokoknya jadinya," tutur Isnawati.

Masyarakat di sepanjang Jalan Tambak dan Jalan Matraman Raya akhirnya berkumpul hingga dini hari untuk membentengi lingkungan pemukiman mereka.

"Belum beres itu sampai jam 01.00 WIB. Orang dari tetangga tuh dari Manggarai sampai pada ke sini warganya, pakai baju hitam-hitam juga ngejagain," kata dia.

Penjelasan selaras disampaikan oleh Jamal (34), warga lainnya yang melihat kelompok rekan korban tewas datang memadati area pemukiman.

"Semalam dari teman-temannya yang tewas itu masih ke sini lagi, ngumpul doang sih enggak ngapa-ngapain. Habis itu mereka ke RSCM katanya. Tapi ramai, makanya dijagain terus sampai pagi," kata Jamal.

Menurut Jamal, pergerakan massa tersebut diiringi provokasi yang memicu warga sekitar untuk tetap bersiap di luar rumah.

"Cuma emang mereka yang kelompok sana itu sempat nantangin lagi lah kalau menurut saya, kayaknya enggak terima karena ada yang MD (meninggal dunia), nyari warga sini lagi," ucap Jamal.

Inisiatif pertahanan mandiri diambil oleh warga guna mencegah aksi perusakan pemukiman oleh kelompok pemuda tersebut.

"Itu warga enggak ada yang di dalam, semuanya di luar ngejagain. Namanya kita orang sini kan, kampung kita sendiri bang, kalau bukan kita yang jaga siapa lagi gitu," tuturnya.

Eskalasi konflik akhirnya berhasil diredam setelah petugas kepolisian tiba di lokasi dan mencegat pergerakan massa.

"Nah enggak lama kedengaran suara sirine lagi. Saya kirain ambulans, ternyata polisi ngejagain biar (massa) enggak masuk ke kampungan," ujarnya.

Massa yang terhalang petugas kemudian membubarkan diri ke Mapolsek Metro Menteng serta Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk melihat kondisi DS.

Isnawati mengharapkan ketenangan dapat kembali tercipta antarwarga tanpa perlu ada perselisihan susulan.

"Saya sih yang penting damai aja lah, namanya kita hidup bertetangga saling menjaga aja biar enak daripada berantem-berantem," tutup Isnawati.

Pihak kepolisian mengonfirmasi telah menangkap tiga orang berinisial S, T, dan U yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan dalam bentrokan awal pada Minggu pagi.

"Kami secara penegakan hukum telah mengamankan tiga orang warga yang terlibat di dalam melakukan penganiayaan tersebut yaitu saudara S, T, dan U yang saat ini sudah diamankan di Polsek Menteng," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung kepada wartawan.

Kapolres menjelaskan perselisihan dipicu oleh suara bising knalpot pengendara motor yang mengganggu warga di dekat gerobak pedagang nasi uduk.

"Ada dua orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya terdampak, dan dirusak, itu karena menggeber-geber motornya. Sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan, (mereka) ditegur tidak terima," tutur Reynold.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed