Militer Iran Perkuat Pertahanan dan Kesiapan Tempur Pasca Gencatan Senjata

Smallest Font
Largest Font

Angkatan Bersenjata Iran memanfaatkan periode gencatan senjata pasca-konflik untuk memantau pergerakan musuh sekaligus memperkuat kapasitas pertahanan dan mempercepat produksi persenjataan nasional. Langkah penataan ulang militer tersebut dilakukan guna mengantisipasi serta menetralisir segala bentuk ancaman di wilayah perbatasan dan Teluk Persia.

Penguatan strategi dan pertahanan militer Teheran ini ditegaskan langsung oleh juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Jenderal Hossein Mohebbi dalam wawancara eksklusif bersama Tasnim.

"Kami memanfaatkan gencatan senjata. Kami meningkatkan kapasitas (pertahanan) kami, kami meningkatkan kecepatan produksi rudal, dan akurasi rudal juga meningkat," ujar Jenderal Hossein Mohebbi.

Jenderal Hossein Mohebbi juga menyoroti kondisi pasokan energi negara lawan yang dinilai sedang mengalami tekanan signifikan akibat konflik tersebut.

"Lihatlah cadangan minyak AS, mereka tidak mampu menutupi defisit minyak mereka, dan itu bahkan meningkat lebih banyak lagi," kata Jenderal Hossein Mohebbi.

Sebelumnya, AS dan Israel meluncurkan agresi terhadap Iran pada 28 Februari 2026, sebelum akhirnya menyepakati gencatan senjata pada 8 April 2026. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) penghentian permusuhan kemudian dilakukan Teheran dan Washington dengan mediasi Pakistan pada 17 Juni 2026.

Di sisi lain, Komandan Angkatan Darat IRGC Brigadir Jenderal Mohammad Karami melakukan kunjungan lapangan ke wilayah pesisir dan pulau-pulau strategis di Teluk Persia untuk memastikan kesiapsiagaan unit militer di garis depan, sebagaimana dilaporkan Pars Today dari IRIB.

"Kesiapan yang berkelanjutan, pelatihan-pelatihan khusus, dan kehadiran yang berwibawa dari unit-unit Angkatan Darat Garda Revolusi, adalah pilar utama keamanan yang stabil di perairan Teluk Persia," kata Brigadir Jenderal Mohammad Karami.

Brigjen Mohammad Karami menilai posisi strategis perairan tersebut membutuhkan konsolidasi pertahanan menyeluruh, termasuk keterlibatan basis mobilitas rakyat untuk menjaga pulau-pulau milik Iran.

"Para pejuang gagah berani di wilayah ini, dengan mengandalkan semangat jihad dan kewaspadaan terus-menerus, telah menciptakan benteng yang kokoh melawan keserakahan musuh," ujar Brigadir Jenderal Mohammad Karami.

Pihaknya menekankan bahwa ketegangan belum sepenuhnya mereda dan angkatan bersenjata tetap bersiap melancarkan aksi balasan atas gugurnya sejumlah pimpinan mereka.

"Dengan karunia dan pertolongan Ilahi, rakyat dan angkatan bersenjata Iran siap merespons setiap kejahatan dari militer agresor, dan tuntutan balas darah atas Pemimpin Syahid Revolusi dan para komandan Iran akan segera ditunaikan," tutur Brigadir Jenderal Mohammad Karami.

Sementara itu, Angkatan Darat Iran merilis pernyataan resmi melalui Mehr News Agency pada Senin, 27 Juli 2026, dalam rangka peringatan Operasi Mersad. Militer menegaskan bahwa pengalaman Perang 12 Hari, Perang Ramadan, dan Pertempuran Hormuz makin memperkuat kesiapsiagaan armada tempur untuk mengubur musuh di luar perbatasan negara.

"Seluruh Iran akan berdiri menghadapi setiap bentuk agresi, dan kami akan mengubur musuh di luar perbatasan Iran yang kuat," tulis pernyataan resmi Angkatan Darat Iran.

Kesiapan tempur dan penguatan armada militer ini dijalankan di bawah arahan langsung Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran, Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed