Mojtaba Khamenei Rombak Petinggi Militer dan Keamanan Iran
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei merombak jajaran kepemimpinan militer dan keamanan negara dengan menunjuk enam perwira tinggi serta menetapkan veteran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada posisi strategis pada Senin (10/8/2026). Langkah restrukturisasi kepemimpinan masa perang ini mengukuhkan kendali penuh Mojtaba atas angkatan bersenjata sejak resmi menjabat pada awal Maret lalu. Keputusan tersebut diambil di tengah eskalasi konflik berdarah dengan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan sejumlah pejabat senior Teheran. Melalui dekrit resminya, Mojtaba menunjuk Mayor Jenderal Ali Abdollahi sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran menggantikan Abdolrahim Mousavi yang tewas dalam serangan militer pada akhir Februari.
"Mayor Jenderal Ali Abdollahi telah ditunjuk sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata," sebut pengumuman resmi dari situs web Mojtaba pada Senin (10/8/2026).
Abdollahi yang sebelumnya memimpin komando operasional gabungan Khatam al-Anbiya sempat menyampaikan peringatan keras kepada negara-negara tetangga di kawasan agar tidak membela Washington. "Negara mana pun yang menjadi tameng pertahanan bagi Amerika yang kriminal dan agresif, akan dilalap oleh kobaran api perang," tegas Abdollahi.
Selain Abdollahi, penunjukan strategis mencakup Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi yang dinaikkan pangkatnya menjadi Mayor Jenderal untuk memimpin IRGC menggantikan mendiang Mohammad Pakpour. "Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi juga telah ditunjuk sebagai Panglima Korps Garda Revolusi Islam dengan pangkat Mayor Jenderal," bunyi pernyataan resmi tersebut.
Vahidi merupakan pendiri unit operasi luar negeri Pasukan Quds dan mantan Menteri Pertahanan di era Presiden Mahmoud Ahmadinejad yang berfokus pada pengembangan sistem pertahanan kendali jarak jauh. Restrukturisasi militer ini diimbangi dengan pengangkatan mantan komandan Angkatan Darat Kioumars Heydari sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata, Mostafa Izadi sebagai Wakil Panglima IRGC, Laksamana Muda Ali Azmaei sebagai Komandan Angkatan Laut IRGC, serta Hossein Taeb sebagai Komandan Pasukan Paramiliter Basij. Di sektor keamanan nasional, Presiden Masoud Pezeshkian bersama Mojtaba Khamenei menunjuk mantan Panglima IRGC Mohsen Rezaee sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) sekaligus wakil pemimpin tertinggi di lembaga tersebut menggantikan Mohammad Bagher Zolghadr.
Sikap Rezaee tercatat sangat konsisten dalam mempertahankan blokade di jalur pelayaran vital Selat Hormuz sebagai alat tawar politik atas tekanan ekonomi Barat.
"Saya meminta rekan-rekan yang menentang negosiasi untuk bersabar; pihak Amerika sendiri yang akan merusaknya dan tidak akan membiarkan negosiasi itu membuahkan hasil apa pun," kata Rezaee pada awal Juli. Penunjukan para veteran bergaris keras ini dinilai oleh analis politik internasional sebagai pesan kuat bahwa Iran tidak akan melunak dalam mengahadapi ketegangan militer maupun perundingan diplomatik dengan pihak asing.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow