Merdeka Gold Tingkatkan Produksi dan Kapasitas Tambang Emas Pani di Gorontalo

Smallest Font
Largest Font

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) meningkatkan produksi dan kapasitas di Tambang Emas Pani, Gorontalo, dengan investasi pembelian alat pengolahan emas senilai Rp2,7 triliun dari perusahaan China. Transaksi ini efektif sejak 21 Agustus 2026 dan akan digunakan untuk fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL).

Produksi emas EMAS pada kuartal II 2026 melonjak tajam menjadi 15.594 ounces dari 1.818 ounces pada kuartal I 2026, menandakan fase pertumbuhan operasional tambang. Peningkatan produksi ini terkait dengan pengembangan fasilitas heap leach yang terus diperluas dan pembangunan fasilitas CIL berkapasitas 12 juta ton per tahun.

Transaksi pembelian alat pengolahan emas tersebut bernilai 1,02 miliar renminbi atau setara Rp2,7 triliun dengan kurs Rp2.634 per renminbi, setara 40,26 persen dari ekuitas perusahaan per Maret 2026. Karena nilainya melebihi 20 persen tapi di bawah 50 persen ekuitas, transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material menurut POJK 17/2020 dan mendapat opini kewajaran dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar & Rekan.

KJPP menyatakan nilai transaksi tersebut wajar berdasarkan analisis kelayakan investasi yang menunjukkan IRR lebih tinggi dari WACC dan NPV positif. Transaksi ini diproyeksikan meningkatkan pendapatan dan laba perusahaan.

Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke P. Abidin, mengatakan, "EMAS kini memasuki fase pertumbuhan penting, didukung oleh peningkatan produksi heap leach dan pembangunan fasilitas CIL 12 Mtpa."

Boyke menambahkan, pengembangan fasilitas heap leach sudah mencapai penyelesaian Cell 1 dan Cell 2 dengan kapasitas yang terus ditingkatkan melalui peninggian tanggul sampai akhir 2026. Pembangunan Cell 3 juga telah dimulai dan setelah rampung, fasilitas tersebut ditargetkan dapat menampung sekitar 62 juta ton bijih.

Selain itu, fasilitas CIL yang sedang dibangun akan melengkapi kapasitas heap leach dan memungkinkan pengolahan hingga 24 juta ton bijih per tahun di masa depan. Pengecoran beton pertama fasilitas CIL direncanakan pada awal kuartal IV 2026, disertai infrastruktur pendukung seperti fasilitas tailings dan pasokan listrik bersama PT PLN (Persero).

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed