Menlu Iran Kritik Kebijakan Ekonomi Trump yang Gagal Tekan Iran
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkritik keras kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump yang disebut sebagai "Hari-H Ekonomi" dalam serangkaian unggahan media sosial pada 20 Agustus 2026.
Araghchi menilai strategi sanksi dan isolasi besar-besaran yang diluncurkan AS bukan hanya tidak akan berhasil, tetapi juga memperpanjang kekalahan Washington dan memperdalam kebencian rakyat Iran terhadap AS, dilansir dari Investor Daily.
Dalam pernyataannya, Araghchi menyebut taktik sanksi tersebut sebagai pengalihan isu dari krisis internal Amerika Serikat, yang diwarnai pembengkakan utang dan lonjakan biaya bunga yang tidak terkendali.
"Strategi yang dinamai 'Hari-H Ekonomi' ini sebetulnya cuma pengalihan perhatian dari krisis internal Amerika Serikat sendiri, yakni pembengkakan utang yang rekor serta lonjakan biaya bunga yang kian tak terkendali," ujar Menlu Iran Abbas Araghchi.
Ia juga memperingatkan bahwa memaksakan kebijakan sanksi yang berulang kali gagal hanya akan menuai perlawanan yang lebih tangguh. Araghchi mengecam kebijakan tersebut sebagai "terorisme ekonomi" yang mengancam stabilitas perekonomian global dan merusak kedaulatan negara lain.
Reaksi keras pemerintah Iran ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 19 Agustus 2026 peluncuran operasi ekonomi paling menghancurkan dalam sejarah untuk memutus total akses keuangan dan jaringan perdagangan internasional ke Iran.
Trump mengklaim langkah tersebut sebagai perang ekonomi dan isolasi tanpa tanding. Ia juga mengancam negara-negara penyokong Iran dengan sanksi ekonomi berat, termasuk lembaga keuangan, korporasi, hingga pengelola maskapai dan otoritas bandara.
Ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat seiring penerapan strategi tekanan maksimum jilid baru oleh pemerintah AS. Hubungan kedua negara membeku sejak AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2018 dan menjatuhkan sanksi berlapis.
Meskipun sanksi bertujuan memutus pendapatan minyak dan mengisolasi Iran dari sistem perbankan global, Teheran mampu bertahan melalui kemitraan perdagangan alternatif dengan negara-negara sekutu di Asia dan Timur Tengah.
Pengumuman kampanye "Hari-H Ekonomi" oleh Trump menandai eskalasi sanksi yang menargetkan mekanisme secondary sanctions (sanksi sekunder), yang berisiko memperuncing ketegangan geopolitik karena ancaman terhadap negara ketiga yang berhubungan dagang dengan Iran.
Di pihak lain, Iran menegaskan akan terus meningkatkan ketahanan domestik dan memperkuat poros kerja sama non-Barat untuk merespons tekanan ekonomi tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow