McKesson Mengonfirmasi Kebocoran Data dan Ancaman Rilis

Smallest Font
Largest Font

McKesson mengonfirmasi kebocoran data setelah serangan siber yang membuat informasi pelanggan dieksfiltrasi, sementara kelompok peretas mengancam akan merilis data curian jika perusahaan tidak memulai negosiasi pembayaran menjelang 1 September, menurut laporan-laporan media. Perusahaan menyatakan insiden terungkap pada 25 Agustus setelah adanya "cybersecurity incident affecting its information systems" dan menyebut keterlibatan aplikasi pihak ketiga serta pencurian data melalui akses tidak sah, seperti tertulis dalam pengajuan ke Securities and Exchange Commission dan pemberitahuan perusahaan. Dalam pembaruan akhir pekan, McKesson menyebut akses tanpa izin telah dihentikan dan data terkait "a subset of customers within our Oncology & Multispecialty and Medical-Surgical business units" terdampak, sambil menegaskan layanan operasional tidak dihentikan serta pemantauan kredit dan perlindungan identitas akan diberikan.

McKesson juga menyampaikan bahwa pelanggan mungkin mengalami penurunan layanan yang bersifat sementara, dan menyatakan perusahaan terus mengoperasikan seluruh lini bisnis, pesanan tetap diterima, serta pusat distribusi tetap terbuka untuk pengiriman.

Kelompok peretas yang mengklaim bertanggung jawab menurut pemberitaan media menyebut mereka menarget lingkungan awan dengan teknik rekayasa sosial dan phishing untuk memperoleh akses, kemudian mengambil data berisi informasi pribadi dan kesehatan dari lingkungan berbasis Snowflake dan Salesforce. McKesson tidak membeberkan jenis data yang dieksfiltrasi, jumlah individu terdampak, maupun identitas pihak di balik serangan dalam rilisnya, tetapi menyatakan terdapat "intermittent service degradation" yang mungkin terkait insiden.

Perusahaan mengatakan pihaknya memiliki keyakinan tidak ada aktivitas tanpa izin yang berlanjut di sistem, dan mereka tidak memutuskan koneksi sistem secara proaktif karena praktik tersebut biasanya dilakukan pada serangan ransomware untuk membatasi jangkauan. Media melaporkan kelompok peretas menuntut pembayaran sekitar 55 juta dolar dan mengklaim jumlah besar data curian, termasuk klaim 284 juta catatan data pelanggan yang merujuk pada baris data mentah, bukan jumlah pasien unik.

McKesson tercatat menangani sekitar sepertiga resep di Amerika Utara dan mendistribusikan obat serta perlengkapan medis, sehingga insiden ini menambah rangkaian serangan terhadap perusahaan kesehatan dalam beberapa bulan terakhir, menurut laporan-laporan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed