Maybank Perkuat Ekosistem Tenun Berkelanjutan ASEAN Lewat Program Satu Dekade
Program Maybank Women Eco-Weavers (MWEW) merayakan satu dekade pemberdayaan perempuan penenun dan pelestarian tenun tradisional di lima negara ASEAN pada 22 Agustus 2026 di Gianyar, Bali.
Hingga 30 Juni 2026, MWEW telah memberdayakan 2.617 perempuan penenun dan mendukung 3.024 petani di kawasan ASEAN, menghubungkan Indonesia, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Filipina dalam satu ekosistem tenun berkelanjutan.
Ekosistem ini mencakup budidaya lebih dari 813.500 pohon murbei, 55.300 tanaman kapas, dan 18.700 pohon abaka, serta pembangunan 13 pusat pelatihan tenun, satu galeri, dan satu laboratorium pewarna alami di wilayah ASEAN.
Datuk Shahril Azuar Jimin, Group Chief Sustainability Officer Maybank, mengatakan, "Perjalanan ini bukan dibangun oleh satu pihak saja, tetapi melalui kolaborasi para perempuan penenun, petani, mitra program, masyarakat dan berbagai pihak."
Menurut Shahril, kolaborasi ini tidak hanya melestarikan warisan budaya tenun tapi juga mendorong kemandirian ekonomi perempuan dan memperkuat mata pencaharian berkelanjutan.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menegaskan pemberdayaan perempuan melalui MWEW bagian dari komitmen Maybank memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Bersama para mitra, kami ingin memperluas dampak Maybank Marathon hingga melampaui lintasan lomba, sekaligus menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang," ujar Steffano.
Maybank juga menargetkan Maybank Marathon menjadi ajang maraton netral karbon pada 2030 dan menjalankan program keberlanjutan lain seperti transformasi Desa Sanding menjadi desa berkelanjutan serta pemberdayaan generasi muda dan penyandang disabilitas di Bali.
Maybank Marathon sejak 2012 telah berkembang sebagai platform kolaborasi masyarakat dan komunitas untuk mendorong aksi keberlanjutan di luar kompetisi olahraga.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow