Mahasiswa Unair Raih Juara Esai Berkat Solusi Kebuntuan Sekolah Rakyat

Smallest Font
Largest Font

Gema Literasi Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh BEM Kampus II Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan menghasilkan karya inovatif dari kalangan akademisi muda. Daniel Trisakusumo, seorang mahasiswa Universitas Airlangga (Unair), berhasil menyabet gelar juara III melalui gagasannya mengenai program Sekolah Rakyat, seperti dikutip dari Detikcom.

Karya esai Daniel berjudul "Membebaskan Sekolah Rakyat dari Operational Gridlock: Formulasi Trilogi sebagai Manifesto Gerakan Pemuda". Tulisan ini berawal dari keprihatinannya terhadap proses implementasi awal kebijakan Sekolah Rakyat yang dinilai belum optimal.

Dalam analisisnya, Daniel menemukan adanya jurang pemisah antara target kebijakan dan kenyataan di lapangan. Hal ini memicu ketidaksiapan sistem yang ia istilahkan sebagai operational gridlock atau kebuntuan operasional. Masalah ini mencuat lantaran pelaksanaan program berjalan lebih cepat dibanding kesiapan regulasi, sumber daya manusia, serta tata kelolanya.

Guna menyelesaikan hambatan tersebut, Daniel menawarkan solusi berupa tiga pilar strategis yang dinamakan Formulasi Trilogi. Gagasan tersebut memuat tiga langkah konkret untuk memperkuat program.

Pertama, Peer Mentorship, yakni melibatkan mahasiswa sebagai pendamping psikososial sekaligus sarana penguatan kaderisasi bagi guru-guru di daerah.

Kedua, Platform Civic-Tech Kawal Sekolah Rakyat, yaitu sistem pengawasan partisipatif berbasis teknologi yang berguna menjamin transparansi program.

Ketiga, Rekonstruksi Kurikulum Vokasi Kontekstual, yang mengarahkan pendidikan agar selaras dengan potensi ekonomi daerah sehingga para lulusan memiliki keterampilan relevan.

"Ketiga pilar tersebut dirancang saling melengkapi untuk memperkuat keberlanjutan Program Sekolah Rakyat secara holistik," kata Daniel.

Pada awalnya, Daniel berniat meneliti dinamika gerakan mahasiswa dalam mengawal demokrasi. Namun, pengamatan terhadap isu nasional mengalihkan perhatiannya pada persoalan riil Sekolah Rakyat, seperti maraknya pengunduran diri pengajar hingga proses adaptasi para siswa di dalam sistem asrama.

"Saya ingin menunjukkan bahwa gerakan pemuda pada era sekarang dapat terwujud melalui kontribusi nyata dan konstruktif sebagai problem solver. Gerakan mahasiswa bukan hanya tentang menyuarakan aspirasi, tetapi juga menghadirkan solusi konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat," ujar Daniel.

Proses penyusunan esai ini bukan tanpa kendala. Daniel menghadapi tantangan berupa keterbatasan data sekunder saat merumuskan kritik objektif, yang pada akhirnya mendorongnya untuk melakukan riset komprehensif berbasis data.

Ia berharap gagasan Formulasi Trilogi ini mampu menjadi masukan bagi penentu kebijakan Sekolah Rakyat. Selain itu, langkah ini diharapkan memotivasi mahasiswa Unair lainnya untuk berani melahirkan karya-karya solutif.

"Tantangan data mengajarkan saya pentingnya riset yang kuat. Jangan takut ikut lomba walau belum berpengalaman. Mulailah dari isu yang terdekat dan tawarkan solusi orisinal karena menulis esai adalah sarana memberi kontribusi nyata bagi masyarakat," tutur Daniel.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed