Sekolah Rakyat Garapan Brantas Abipraya Mulai Operasional di Tiga Daerah

Smallest Font
Largest Font

PT Brantas Abipraya (Persero) resmi merampungkan pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Minahasa pada Senin (31/8/2026). Fasilitas pendidikan tersebut langsung memfungsikan bangunannya untuk pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2026/2027, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Pengoperasian sarana pendidikan ini menandai pergeseran peran fisik bangunan menjadi pusat pembelajaran terpadu bagi para siswa. Sebanyak 200 siswa terdaftar di Sekolah Rakyat Nganjuk untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA, yang seluruhnya mulai menempati asrama dan menerapkan pembiasaan disiplin harian.

Skema serupa diterapkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, di mana ratusan peserta didik memulai adopsi sistem sekolah berasrama. Pembelajaran harian dipadukan dengan pembentukan kemandirian, seperti pengelolaan kebutuhan pribadi dan persiapan belajar mandiri.

Sementara itu, pembukaan MPLS di SRT 3 Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, serta perwakilan Kementerian Sosial RI.

Pengembangan fasilitas berasrama ini ditujukan untuk memberikan akses pendidikan yang inklusif sekaligus membentuk karakter dan kedisiplinan peserta didik di wilayah tersebut.

Pihak pengembang menyatakan bahwa selesainya konstruksi fisik difokuskan untuk memberikan dampak langsung pada pemerataan akses pendidikan di Indonesia.

"Bagi Brantas Abipraya, keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari selesainya bangunan, tetapi ketika fasilitas tersebut benar-benar hidup, digunakan, dan memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia. Dimulainya MPLS di berbagai daerah menjadi momentum bahwa infrastruktur yang kami bangun kini telah bertransformasi menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membangun masa depan," ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana.

Penerapan sistem terpadu yang menyatukan area asrama dengan sekolah dinilai efektif dalam mengoptimalkan proses pendampingan siswa secara menyeluruh, baik secara akademik maupun pembentukan mentalitas mandiri.

"Kami percaya bahwa infrastruktur pendidikan yang berkualitas harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung pembentukan karakter. Karena itu, kami tidak hanya fokus memastikan pembangunan memenuhi standar mutu dan ketepatan waktu, tetapi juga memastikan setiap fasilitas dapat berfungsi secara optimal ketika digunakan oleh para siswa," lanjut Dian.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed