Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
Dunia sepak bola berduka setelah legenda dan Wakil Presiden Kehormatan AC Milan, Franco Baresi, mengembuskan napas terakhir pada usia 66 tahun usai berjuang melawan penyakit nodul paru-paru. Mantan bek tangguh tersebut tutup usia setelah kondisi kesehatannya menurun dalam setahun terakhir.
Perjalanan karier sosok yang identik dengan nomor punggung 6 ini dipenuhi dedikasi tinggi selama dua dekade membela Rossoneri. Meski sempat ditolak Inter Milan saat berusia 13 tahun karena dinilai terlalu kurus, Baresi justru bergabung dengan skuad junior AC Milan tiga tahun kemudian hingga pensiun pada 1997.
Pengabdian 20 musim dengan 15 tahun di antaranya sebagai kapten membuat para pendukung memilihnya sebagai milanista abad ini pada 1999. Pengakuan atas kepemimpinan dan ketangguhannya di lini belakang juga datang dari klub rival sekota yang pernah dihadapinya dalam 35 pertandingan derby.
Klub Inter Milan menyampaikan rasa hormat mendalam atas kepergian sosok ikonik yang dinilai menjadi simbol rivalitas yang sehat.
"Franco Baresi telah berpulang, dan bersamanya pergi salah satu figur yang paling mendefinisikan sejarah derby Milano melalui konsistensi dan level permainannya. Kapten Milan, seorang team player, dan simbol klub, dia membangun kariernya di atas pembacaan pertahanan serta kepemimpinan yang diakui bahkan oleh para pesaingnya. Dalam 35 derby yang dimainkan melawan Inter, namanya menjadi sinonim dari ketenangan dan keandalan di dalam rivalitas yang selalu sengit namun sportif," tulis pernyataan resmi Inter Milan dilansir dari ilgiorno.it.
Hubungan erat Baresi dengan kota Milan juga tercermin dari dinamika persaingan keluarga bersama sang kakak, Giuseppe Baresi, yang merupakan kapten Inter Milan. Keduanya selalu berusaha menjaga profesionalisme tanpa mengorbankan hubungan persaudaraan.
Baresi sempat membagikan cerita mengenai cara mereka menyikapi persaingan ketat di dalam lapangan.
"Kami berusaha meninggalkannya di luar pintu. Ada kekhawatiran agar tidak ada satu pun dari kami yang mengalami cedera," kata Franco Baresi dilansir dari ilgiorno.it.
Penampilan publik terakhir Baresi tercatat pada 6 Februari 2026 saat bertugas membawa obor pembuka Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina di Stadion San Siro bersama Beppe Bergomi. Dalam momen emotif tersebut, ia menyampaikan pesan perjuangan hidupnya dalam melawan penyakit.
"Hal tersulit dari penyakit adalah menerima bahwa segala sesuatunya berubah dalam sekejap. Menjadi seorang atlet membantu saya untuk berjuang, dan tubuh saya memungkinkan saya untuk bertahan dan melangkah maju. Lagipula saya telah melakukannya sepanjang hidup saya: saya selalu berjuang, di dalam dan di luar lapangan.
Orang-orang tahu apa yang terjadi pada saya, dan saya tahu bahwa orang-orang mengetahuinya. Kehangatan dari publik sampai kepada saya dengan sangat kuat," ujar Franco Baresi dilansir dari ilgiorno.it.
Di luar lapangan hijau, kehidupan pribadi sang kapten dipenuhi kisah romantis bersama sang istri, Maura Lari, yang dinikahinya selama hampir empat dekade. Pertemuan pertama mereka terjadi saat Baresi menyambangi sebuah restoran di Montevarchi.
Baresi mengenang momen awal saat ia mengungkapkan perasaan serta mendedikasikan kasih sayangnya setiap hari.
"Apakah Anda tahu bahwa saya mengatakan 'aku mencintaimu' kepadanya setiap hari?" ungkap Franco Baresi dilansir dari corriere.it.
Interaksi awal mereka juga dibantu oleh staf tim yang menyadari ketertarikan sang pemain kepada Maura.
"Maura melayani meja di restoran Piccolo Alleluja di Montevarchi. Dia adalah putri pemiliknya. Tukang pijat AC Milan, Paolo Mariconti, menyadari bahwa saya menatap gadis pirang yang sangat cantik itu dengan terpesona. Jadi dia membantu saya dan berkata kepadanya: 'Nona, tolong layani dia terlebih dahulu, karena dia adalah kapten'," tutur Franco Baresi dilansir dari corriere.it.
Pengalaman berharga dalam menjalani masa-masa sulit akibat penurunan kondisi kesehatan juga memberikan sudut pandang baru bagi Baresi mengenai kehidupan.
"Anda lihat, sampai sesuatu yang buruk terjadi, seseorang berpikir bahwa dirinya abadi," ucap Franco Baresi dilansir dari corriere.it.
Penghormatan terakhir terus mengalir dari rekan sejawat, klub, serta pencinta sepak bola dunia untuk mengiringi kepergian salah satu pemain bertahan terbaik sepanjang masa tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow