Krisis Oksigen Lumpuhkan Puluhan Stasiun Medis di Gaza
Sebanyak 22 dari total 34 stasiun penghasil oksigen di Jalur Gaza terpaksa berhenti beroperasi total akibat blokade ketat dan krisis suku cadang yang parah, seperti dilansir dari Investor Daily pada Sabtu (15/8/2026).
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa 12 stasiun oksigen yang tersisa kini berada dalam ancaman kelumpuhan serupa. Saat ini, fasilitas medis yang masih beroperasi terpaksa bekerja dalam kondisi teknis yang amat rumit untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit.
Kapasitas operasional seluruh stasiun yang bertahan dilaporkan telah terkuras habis karena dipaksakan bekerja melampaui batas maksimal demi menyelamatkan pasien, yang memicu tingginya frekuensi kerusakan mesin. Kondisi ini kian memburuk karena dari 30 unit perangkat pengisi tabung oksigen, kini hanya tersisa empat unit yang berfungsi tanpa adanya suku cadang untuk pemeliharaan darurat.
"Ketersediaan oksigen bukanlah kemewahan medis, melainkan penopang hidup utama bagi banyak departemen vital yang menyelamatkan nyawa," tegas Kementerian Kesehatan Palestina dalam pernyataan resminya.
Pemerintah Palestina mengimbau komunitas internasional untuk segera membuka akses pasokan darurat guna memasukkan suku cadang, peralatan teknis, serta pengiriman stasiun oksigen baru sebelum seluruh sistem pendukung hidup tersebut lumpuh total.
Lembaga kemanusiaan Doctors Without Borders (MSF) mengungkapkan bahwa otoritas Israel masih membatasi masuknya bahan bakar, oli mesin, dan suku cadang untuk generator rumah sakit maupun ambulans. Di sisi lain, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengonfirmasi bahwa pintu perlintasan Kerem Shalom tetap menjadi satu-satunya jalur masuk barang yang dibuka secara terbatas.
Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turut menyoroti tingginya ketimpangan ketersediaan fasilitas dan pasokan medis dasar di kawasan Gaza. Sektor kesehatan bergantung pada generator mandiri akibat terputusnya listrik utama, sehingga kelumpuhan stasiun oksigen ini mengancam pasien di ruang perawatan intensif (ICU), bayi prematur dalam inkubator, serta pasien operasi darurat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow