Pemukim Israel Serang Warga Palestina di Qusra, Tanggapan Netanyahu

Smallest Font
Largest Font

Kelompok pemukim Israel menyerbu sebuah rumah milik warga Palestina di Qusra, Tepi Barat pada hari Sabtu, menangkap dan menyerang orang-orang yang berada di dalam rumah tersebut, menurut militer Israel dan saksi Palestina.

Militer Israel mengirim pasukan ke Qusra dan Jalud setelah laporan bentrokan keras serta pemukim yang melempari batu ke warga Palestina. Puluhan pemukim memblokade rumah tersebut hingga pasukan Israel mengusir mereka dan menyita kendaraan mereka.

Luay Beyrouti, pemilik rumah, mengatakan bahwa sekitar tengah hari beberapa pemukim mulai melempar batu ke rumah itu. Kemudian puluhan pemukim lainnya datang dengan mobil, mengepung, merusak masuk, dan menjebak Beyrouti beserta beberapa orang Palestina yang sedang merenovasi rumah tersebut.

Laporan dari Biro Nasional Pembelaan Tanah Palestina menyebutkan peningkatan serangan pemukim di berbagai wilayah Tepi Barat, termasuk pemukulan, pembakaran, pencurian ternak, dan perusakan pohon zaitun.

Laporan itu juga menyoroti dukungan pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terhadap 264 permukiman dan pos militer baru di Tepi Barat, dengan rencana memperluas pembangunan dan melegalkan beberapa pos tersebut. Tender pembangunan sekitar 1.200 unit permukiman dikeluarkan di area E1 timur Yerusalem yang diduduki.

Selain Qusra, serangan dan aksi kekerasan pemukim terjadi di wilayah Yerusalem, Hebron, Bethlehem, Ramallah, Nablus, Tulkarm, dan Lembah Yordan. Serangan meliputi tembakan, pembakaran, perusakan infrastruktur air dan listrik, serta penguasaan sumber air Palestina.

Di Yerusalem, sekitar 30 pemberitahuan pembongkaran diberikan di Anata, dengan serangan dan provokasi di dekat Tembok Pemisah. Di Hebron, warga Palestina terluka akibat serangan pemukim dan sebuah rumah dibakar di Khirbet Hamroush. Kekerasan serupa terjadi di Bethlehem, Ramallah, dan Nablus.

Di Lembah Yordan, pemukim merebut saluran irigasi dan sumber air, mengalihkan air ke kolam renang mereka, sehingga ladang Palestina kekeringan dan pertanian terganggu. Panel surya dan saluran air juga dirusak, dan gembala Palestina dihalangi mengakses padang rumput. Pasukan Israel memulai penggalian di sekitar Mata Air Al-Hamma untuk kepentingan pemukim.

Laporan menyebutkan bahwa sejak awal 2026, pemukim menyerang setidaknya 160 situs air dan sanitasi di wilayah Palestina yang diduduki, yang dianggap sebagai bagian dari kebijakan sistematis untuk menekan warga Palestina agar meninggalkan tanah mereka.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed