Komisi Eropa Tolak Usulan Kucilkan Spanyol Terkait Krisis Migran Ceuta

Smallest Font
Largest Font

Pada Jumat sore hingga malam (31/7/2026), sekitar 48.300 migran yang berusaha memasuki wilayah Ceuta, Spanyol, telah diputar balik ke Maroko, menurut Kementerian Dalam Negeri Spanyol.

Jumlah migran yang mencoba menyeberang sejak Kamis dan Jumat diperkirakan mencapai 50.000 hingga 60.000 orang, memicu reaksi keras dari politisi sayap kanan Eropa. Hingga Sabtu, tercatat 67 korban tewas dalam upaya memasuki Ceuta.

Kepala Pemerintahan Ceuta, Juan Jesús Vivas, menyatakan jumlah migran yang masuk setara dengan 70% dari populasi Ceuta, yang berjumlah sekitar 83.000 jiwa, menurut laporan The Associated Press.

Komisi Eropa pada Jumat (31/7) menegaskan tidak ada migran dari Ceuta yang menyeberang ke daratan Spanyol atau negara anggota Uni Eropa lainnya. Komisi memverifikasi bahwa otoritas Spanyol menjalankan kontrol efektif di perbatasan eksternal Uni Eropa.

Komisaris Migrasi Uni Eropa, Magnus Brunner, menyampaikan komitmen Komisi untuk bekerja sama dengan Spanyol menyelesaikan krisis ini.

"Prioritas kami sekarang adalah melaksanakan pemulangan dari Ceuta ke Maroko, menstabilkan situasi, dan menjamin tidak ada lagi imigran ilegal yang masuk dari Maroko. Prioritas utama kami adalah terus mendukung Spanyol dalam perlindungan dan pengelolaan perbatasan eksternal Uni Eropa secara efektif dan tertib. Ini termasuk memerangi jaringan perdagangan manusia ilegal dan mencegah orang melakukan perjalanan berbahaya," ujar pejabat senior Komisi Eropa yang dikutip dari TeleSur.

Sikap Komisi Eropa muncul setelah sejumlah negara anggota, termasuk Italia, Republik Ceko, Finlandia, dan Denmark, mengusulkan penangguhan keanggotaan Spanyol dari perjanjian pergerakan bebas perbatasan. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyerukan langkah luar biasa.

Ceuta adalah wilayah Spanyol di pesisir Afrika Utara yang bersama Melilla menjadi satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika. Wilayah ini dihuni oleh masyarakat Kristen dan Muslim dengan keberadaan warga Spanyol dan Maroko yang hidup berdampingan.

Maroko tidak mengakui Ceuta dan Melilla sebagai wilayah Spanyol dan menyebutnya wilayah yang diduduki. Posisi geografis ini menjadikan Ceuta jalur penting bagi migran yang ingin memasuki Eropa dari Afrika.

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang migran Maroko merekam perjalanan berbahaya menyeberang laut menuju Ceuta. Video ini memperlihatkan langsung risiko tinggi yang dihadapi para migran dalam memasuki wilayah Uni Eropa melalui jalur laut, termasuk menghadapi ombak, arus kuat, dan aparat perbatasan Spanyol.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed