Komisi XII DPR RI Apresiasi Kontribusi Fiskal PT Freeport Indonesia
Komisi XII DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi nyata PT Freeport Indonesia (PTFI) yang terus memberikan manfaat besar bagi negara serta masyarakat Papua lewat setoran fiskal dan program investasi sosial. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di Gedung DPR RI pada Selasa (14/7).
Sejumlah anggota legislatif menilai kehadiran operasional tambang PTFI selama puluhan tahun telah berdampak positif secara finansial. Berdasarkan data operasional yang dilansir dari Detik Finance pada Kamis (16/7/2026), total kontribusi perusahaan kepada negara sepanjang tahun 2025 telah mencapai Rp75 triliun.
Jumlah kontribusi tersebut mencakup pembayaran dividen kepada MIND ID selaku pemegang saham Pemerintah Indonesia sebesar Rp16,9 triliun. Selain itu, terdapat pula pembagian keuntungan untuk pemerintah daerah senilai Rp13,48 triliun, yang terdiri atas Rp10,6 triliun setoran reguler 2025 dan Rp2,88 triliun dari keuntungan bersih tahun buku 2025.
Anggota Komisi XII DPR RI Arif Riyanto Uopdana menyatakan bahwa kepastian investasi lanjutan ini menjadi angin segar bagi kelangsungan ekonomi daerah setempat.
"Saya apresiasi karena telah terjadi kesepakatan investasi kembali. Ini menjadi terobosan baru terkait keberlanjutan usaha PT Freeport Indonesia, di mana izin usahanya diperpanjang sesuai usia cadangan," ujarnya.
Arif menambahkan bahwa langkah investasi jangka panjang tersebut dipastikan bakal terus membuka ruang bagi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Papua.
Pandangan serupa mengenai dampak positif perusahaan juga diutarakan oleh Anggota Komisi XII DPR RI Alfons Manibui yang menyoroti sinergi bersama pemerintah daerah.
"Kami ingin berterima kasih kepada Freeport atas kinerjanya yang sampai hari ini terus memberikan manfaat bagi negara. Kami juga harus mengakui Freeport telah banyak memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan terutama masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan," kata Alfons.
Alfons menilai PTFI ke depannya harus tetap dipertahankan sebagai salah satu aset nasional strategis guna menjaga kesinambungan pembangunan di Tanah Papua.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI Irsan Sosiawan Gading memberikan catatan agar pertumbuhan kinerja korporasi ini tetap dibarengi dengan penguatan program pemberdayaan warga lokal.
"Saya mengapresiasi kinerja PT Freeport yang sudah berkontribusi untuk negara dan pendapatan negara. Yang juga sangat penting adalah perhatian kepada masyarakat di sekitar tambang agar manfaat kehadiran perusahaan benar-benar dirasakan masyarakat lokal," ujarnya.
Menanggapi evaluasi dari para anggota dewan, manajemen perusahaan memproyeksikan adanya tren kenaikan setoran dana kepada negara seiring dengan optimalisasi kapasitas produksi tambang dalam beberapa tahun mendatang.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan bahwa nilai kontribusi perusahaan pada tahun 2026 diperkirakan menyentuh 2,6 miliar dolar AS, kemudian diproyeksikan melonjak hingga 4,7 miliar dolar AS pada tahun 2027.
"Begitu masuk kapasitas produksi penuh, penerimaan negara akan bisa melebihi 7 miliar dolar AS per tahun. Kalau dirupiahkan itu kira-kira sekitar Rp120 triliun per tahun," kata Tony.
Di samping setoran wajib reguler kepada otoritas negara, PTFI melaporkan realisasi program investasi sosial bagi komunitas sekitar tambang yang mencapai Rp2 triliun sepanjang 2025. Komitmen investasi sosial ini dipastikan terus berjalan dengan alokasi sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,7 triliun per tahun hingga tahun 2041.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow