Kinerja Emiten dan Proyeksi Pasar Mewarnai Pergerakan Saham Domestik

Smallest Font
Largest Font

Sejumlah emiten mencatatkan perkembangan operasional dan kinerja keuangan signifikan di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup turun 1,88 persen ke level 6.196,43 pada Jumat (24/7/2026).

Tekanan terhadap indeks terjadi seiring aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp1,25 triliun di pasar reguler dan Rp1,36 triliun di seluruh pasar. Seluruh sektor Bursa Efek Indonesia mengakhiri perdagangan di zona merah dengan penurunan terdalam pada sektor barang konsumsi siklikal sebesar 3,04 persen.

Di tengah kondisi tersebut, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) merampungkan pembangunan smelter tembaga di Sumbawa Barat usai penandatanganan Completion and Project Acceptance Certificate (PAC) untuk memulai operasi komersial. Fasilitas Proyek Strategis Nasional tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 900.000 metrik ton konsentrat tembaga per tahun.

Smelter yang dioperasikan PT Amman Mineral Industri ini dirancang memproduksi 220.000 ton katoda tembaga dan 830.000 ton asam sulfat saban tahun. Selain itu, pemurnian di Precious Metal Refinery berpotensi menghasilkan hingga 579.000 ons emas murni, 1,8 juta ons perak murni, serta 77 ton selenium per tahun.

Sementara itu, ekspansi bisnis juga dicatatkan PT Tempo Scan Pacific Tbk. (TSPC) melalui pembentukan perusahaan patungan Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia bersama Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group. Dalam struktur usaha tersebut, Sino Biopharmaceutical memegang 51 persen saham dan TSPC menguasai 49 persen.

Kerja sama ini difokuskan pada transfer teknologi farmasi untuk mendukung pengembangan produk specialty pharmaceutical dan pembangunan fasilitas biofarmasi domestik. Langkah ini menyusul capaian pendapatan TSPC pada kuartal I-2026 yang tumbuh 4,12 persen secara tahunan menjadi Rp3,41 triliun dengan laba bersih Rp351,81 miliar.

Pertumbuhan kinerja keuangan juga dibukukan PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) yang meraih pendapatan Rp1,78 triliun pada semester I-2026, melonjak 33,23 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Laba bersih perseroan turut meningkat 18,74 persen menjadi Rp732,53 miliar.

Layanan kolokasi pusat data di Bekasi menjadi penyumbang utama pendapatan DCII dengan nilai Rp1,67 triliun. Perseroan saat ini sedang menyelesaikan pembangunan pusat data JK6 fase 3 hingga 5 dengan progres 80 persen, sekaligus memulai tahap awal pembangunan JK7 dan JK8.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed