Ketua The Fed Kevin Warsh Dorong Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS
Harga emas di pasar spot turun tajam 2,75% menjadi US$ 4.474,4 per troy ounce pada Jumat (28/8/2026) setelah pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, yang meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS), dilansir dari Investor Daily.
Kontrak berjangka emas untuk pengiriman Desember juga merosot 3% menjadi US$ 4.524,1 per troy ounce. Penurunan ini dipicu oleh pernyataan Warsh yang menyoroti bahwa inflasi belum menunjukkan perlambatan signifikan.
Analis independen Tai Wong mengatakan, "Emas terpukul cukup keras setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa inflasi belum melambat secara berarti dan The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan. Meskipun ini mungkin sekali lagi hanya retorika keras dengan tindakan yang terbatas, pasar akan melihat peluang keputusan pada pertemuan September menjadi nyaris 50:50."
Pernyataan Warsh mendorong pelaku pasar meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada September. Warsh menegaskan bahwa The Fed masih harus bekerja apabila pembuat kebijakan belum yakin inflasi yang mendasari bergerak kembali menuju target 2%.
Kevin Warsh memberikan sinyal paling jelas bahwa kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk meredakan tekanan harga yang terus berlangsung.
Berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group, peluang kenaikan suku bunga AS pada September meningkat menjadi 56%, naik dari 36% sebelum pernyataan Warsh. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 80%.
Peningkatan ekspektasi suku bunga juga mendorong penguatan dolar AS ke level tertinggi dalam lebih dari satu pekan. Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Sebelum penurunan ini, harga emas sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan di US$ 4.696,1 per troy ounce pada Selasa. Penguatan harga emas sebelumnya didorong oleh langkah dukungan Departemen Keuangan AS terhadap obligasi berjangka panjang.
Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga kembali membebani logam mulia. Emas kehilangan daya tarik saat suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil (yield).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow