Kepala Sekolah Evakuasi 900 Murid Sebelum Banjir Bandang di Nepal

Smallest Font
Largest Font

Banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet menyebabkan sedikitnya 939 orang tewas dan ribuan lainnya hilang. Kepala Sekolah Menengah Tribhuvan Trishuli di Nuwakot, Nepal, Rajendra Dawadi, berhasil mengevakuasi 900 murid hanya beberapa menit sebelum bencana menerjang pada 26 Agustus 2026.

Banjir ini membuat 3.925 orang di Nepal masih hilang, sementara ratusan lainnya berhasil diselamatkan. Di sisi Tibet, tercatat 16 orang tewas dan 546 orang hilang. Selain itu, banjir ini juga menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur dan bangunan sekolah yang tertimbun lumpur dan puing-puing.

Rajendra Dawadi mengatakan ia menerima beberapa peringatan telepon sekitar pukul 09.10 waktu setempat sebelum memutuskan untuk mengevakuasi murid-muridnya ke tempat yang lebih tinggi.

"Jika kami tidak mengambil keputusan dengan cepat, jika terlambat 10 menit saja, kami semua, termasuk para siswa dan saya sendiri, tidak akan bisa berbicara dengan Anda hari ini," ujar Dawadi.

Dia menambahkan bahwa peringatan datang dari beberapa sumber yang meyakinkannya segera melakukan evakuasi meskipun itu berarti murid kehilangan satu hari belajar.

Seorang murid bernama Yunisha Amatya menceritakan bagaimana mereka hampir tersapu banjir dan hanya selisih sekitar 10 detik dari bencana tersebut.

"Saya dan teman-teman saya selamat hanya karena selisih sekitar 10 detik," kata Yunisha. Ia menjelaskan bahwa awalnya banyak murid meremehkan ancaman dan memilih menunggu teman-teman sekelas mereka yang lain.

Mereka kemudian bergegas naik ke daerah yang lebih tinggi melalui jalur evakuasi di belakang sekolah dan mengungsi ke desa tetangga karena akses jalan yang terputus.

Orang tua Yunisha, Sabina Kumari Shrestha, mengaku sangat cemas dan sempat putus asa saat tidak bisa menghubungi putrinya. Suaminya, Yubaraj Amatya, langsung menuju ke sekolah meski pasar di depan sekolah sudah tersapu banjir.

"Ketika akhirnya putri saya mengangkat telepon, saya tidak bisa menahan diri dan langsung menangis," ujar Yubaraj.

Yunisha juga mengaku mulai memikirkan masa depannya dan khawatir tentang kelanjutan pendidikan setelah bencana ini.

Kementerian Luar Negeri Indonesia memastikan seluruh warga negara Indonesia di Nepal dalam keadaan baik, termasuk 45 residen dan 6 wisatawan di Kota Pokhara.

Badan penanggulangan bencana Nepal menyebutkan jumlah pekerja hilang di lokasi proyek pembangkit listrik tenaga air turun menjadi 639 orang dari jumlah sebelumnya 933 orang. Data juga mencakup hilangnya 45 prajurit, 38 petugas kepolisian, dan 18 petugas bea cukai dan imigrasi.

Di India, otoritas menemukan 17 jenazah di sungai yang mengalir dari Nepal, diduga korban banjir, yang masih dalam proses identifikasi.

Kepala sekolah Dawadi menilai sistem peringatan dini yang lebih baik dapat membantu warga merespons lebih cepat saat bencana, dan ia yakin keputusan cepatnya mencegah tragedi lebih besar.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed