Israel Evakuasi Putra Netanyahu dari AS Akibat Ancaman Pembunuhan

Smallest Font
Largest Font

Badan intelijen dalam negeri Israel, Shin Bet, mengevakuasi mendadak putra sulung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Yair Netanyahu, dari Amerika Serikat menuju Israel setelah mendeteksi ancaman pembunuhan serius oleh Iran pada Sabtu (29/8/2026).

Pengawalan intelijen memerintahkan Yair untuk segera meninggalkan lokasinya di Florida tanpa membawa barang-barang pribadi. Keputusan tersebut diambil guna memastikan keselamatan dirinya beserta tim pengamanannya di tengah situasi ketegangan yang meningkat.

Saluran penyiaran AS, Newsmax, mengutip pejabat penegak hukum AS yang menyatakan bahwa Yair Netanyahu menjadi target dugaan rencana pembunuhan oleh Iran sejak Desember lalu. Pihak intelijen Israel kemudian memberitahukan ancaman tersebut kepada otoritas Amerika Serikat.

Sebelumnya, laporan media juga menyebutkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sempat menyampaikan kepada Channel 14 Israel mengenai adanya upaya Iran yang menargetkan salah satu putranya.

Keberadaan Yair di Florida selama beberapa tahun terakhir terus memicu perhatian publik serta kritik di dalam negeri. Keputusannya untuk tetap tinggal di luar negeri seusai serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dinilai memperlihatkan kesenjangan dan standar ganda, di saat ratusan ribu tentara cadangan Israel dipanggil bertugas.

Selain gaya hidup dan pengamanan berfasilitas negara yang disorot warga, Yair yang dikenal sebagai podcaster dan aktivis sayap kanan juga aktif di media sosial. Ia sering melontarkan kritik keras terhadap lawan politik ayahnya, penentang pemerintah, serta kalangan jurnalis.

Sementara itu, eksalasi konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus meluas di kawasan Timur Tengah. Pada Minggu (30/8/2026), pasukan AS membombardir Pulau Larak di Selat Hormuz dan menghancurkan dua peluncur rudal Iran yang diduga bersiap meluncurkan roket berisi ranjau laut.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan pesawat nirawak AS tersebut menimbulkan korban jiwa serta luka-luka di kalangan tentara dan warga sipil. Garda Revolusi Iran menyatakan akan membalas tindakan persenjataan tersebut, sementara serangan balasan berupa rudal sempat diluncurkan ke arah posisi pasukan AS di Yordania.

Di tingkat politik domestik, kepemimpinan Benjamin Netanyahu juga menghadapi tekanan menjelang pemilu Israel pada Oktober mendatang. Berdasarkan hasil survei Channel 12 pada Jumat (20/8/2026), Partai Likud yang dipimpin Netanyahu berada di urutan kedua dengan proyeksi 21 kursi, tertinggal dari Partai Yashar bentukan Gadi Eisenkot yang memimpin dengan 24 kursi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed