Kepala BGN Instruksikan Mutasi Korwil Kayong Utara ke Papua
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menginstruksikan pemindahan Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Kayong Utara, Ardi Arfianto, ke Papua. Tindakan tegas tersebut diambil setelah Ardi kedapatan diduga bermain ponsel saat mengikuti pengarahan daring bersama jajaran BGN se-Indonesia.
Sanksi disiplin ini disampaikan langsung oleh Kepala BGN di hadapan seluruh peserta rapat nasional. Pihak Sekretariat BGN juga diperintahkan untuk segera mencatat dan memproses sanksi administratif bagi pejabat yang bersangkutan.
"Ini ada Korwil Kabupaten Kayong Utara, siapa namanya? Ardi Arfianto. Karo SDM saya kasih penjelasan dia main handphone, tolong dicatat. Korwil Kabupaten Kayong Utara Ardi Arfianto, saya minta yang bersangkutan dipindah ke Papua segera," kata Sudaryono pada Sabtu (25/7/2026).
Selain perintah pemindahan tugas, Kepala BGN meminta penegakan aturan disiplin dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh jajaran yang dinilai tidak serius memperhatikan pengarahan resmi.
"Terus saya minta dicek semua orang yang tidak fokus, apalagi dia cuma titip absen gambar atau foto. Tolong dicatat kemudian kasih teguran. Saya tidak segan-segan untuk memecat Anda. Saya tidak ada urusan sama Anda semua," ujar Sudaryono.
Pembenahan internal tersebut diiringi dengan penerbitan Surat Peringatan (SP) sebagai mekanisme sanksi bertahap bagi jajaran aparat BGN di daerah.
"Ardi Arfianto, Kayong Utara, saya kasih penjelasan dia main handphone. Tolong diberi surat teguran, surat peringatan satu. Tiga kali surat peringatan, pecat," tegas Sudaryono.
Perintah penanganan mutasi pejabat BGN Kayong Utara ini juga telah dikonfirmasi oleh jajaran BGN di tingkat regional Kalimantan Barat.
"Benar. Masih menunggu surat dari Karo SDM," ujar Kepala Regional BGN Kalimantan Barat Agus Kurniawi pada Rabu (29/7/2026).
Sementara itu, pelaksanaan ajang keagamaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-39 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat juga tengah disiapkan di Kabupaten Kayong Utara pada 1–9 Agustus 2026. Sebanyak 42 rumah warga di Kecamatan Sukadana dikerahkan panitia sebagai fasilitas homestay kafilah.
"Terkait penginapan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota, panitia sudah menyiapkan 42 homestay atau rumah penduduk. Setiap kafilah mendapatkan tiga rumah," kata Ketua I Panitia MTQ Kalbar ke-39 Tasfirani pada Senin (27/7/2026).
Penentuan lokasi pemukiman bagi peserta MTQ disesuaikan dengan jangkauan rumah ibadah terdekat demi menunjang fasilitas sanitasi dan koordinasi peserta.
"Rumah atau homestay dipilih yang dekat dengan tempat ibadah, baik masjid maupun musala, untuk memudahkan akses fasilitas toilet serta pertemuan kafilah," jelas Tasfirani.
Koordinasi lapangan dilaporkan berjalan lancar antara panitia, pengelola penginapan, dan petugas pendamping daerah.
"Sampai saat ini seluruhnya sudah terkoordinasi, baik dengan pemilik homestay, LO masing-masing kafilah, maupun petugas keamanan, kesehatan, dan konsumsi di setiap homestay," katanya.
Warga lokal menyambut positif pemanfaatan fasilitas rumah tinggal penduduk untuk perhelatan daerah tersebut.
"Saya merasa bersyukur bahwa MTQ dilaksanakan di Sukadana, karena memberikan berkah kami warga KKU dan khususnya warga Sukadana, semoga kita bisa menjadi tuan rumah yg baik, dan sukses pelaksanaan MTQ di Sukadana," kata pemilik homestay Noorhabib.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow