Kementan Percepat Penerapan Pertanian Modern di Sukabumi

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Pertanian menggelar Bimbingan Teknis dan Demonstrasi Plot Pertanian Modern–Advanced Agricultural System di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi pada Kamis, 23 Juli 2026, guna mempercepat adopsi teknologi budidaya presisi bagi petani dan penyuluh setempat, seperti dilansir dari Investor Daily.

Langkah ini menjadi tahap awal implementasi sistem budidaya modern sepanjang Juli 2026 untuk memastikan produktivitas lahan tercapai secara optimal melalui penerapan standar teknis yang ketat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa transformasi ke sistem budidaya modern ditujukan untuk memperbesar pendapatan para petani di daerah.

"PM-AAS merupakan salah satu bentuk nyata penerapan sistem budidaya modern yang mampu meningkatkan pendapatan petani hingga lebih dari tiga kali lipat dibandingkan metode budidaya konvensional. Akselerasi swasembada pangan tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memastikan petani memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar melalui transformasi sistem budidaya," kata Amran.

Ia mendorong agar metode bertani tradisional yang membutuhkan biaya tinggi dan tenaga besar segera ditinggalkan.

"Kita harus ubah total cara bertani kita. Jangan lagi bertani secara manual yang melelahkan dan berbiaya tinggi. Dengan PM-AAS, kita terapkan mekanisasi penuh dan tanam benih langsung (tabela) agar biaya produksi turun hingga 50 persen dan produktivitas melompat dari rata-rata 5 ton menjadi 8 hingga 10 ton per hektar. Teknologi ini harus dikuasai langsung oleh petani di daerah," kata Amran.

Kepala PPVTPP Kementan sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Sukabumi Leli Nuryati menjelaskan bahwa pemenuhan parameter teknis menjadi kunci utama peningkatan hasil panen.

"Kami bersama penyuluh dan petani bergerak cepat mengawal langsung implementasi PM-AAS di Kabupaten Sukabumi melalui Bimbingan Teknis dan Demplot. Tahap awal ini sangat penting untuk memastikan pemahaman petani dan penyuluh benar-benar sesuai dengan standar panduan PM-AAS sebelum diterapkan secara luas," kata Leli.

Evaluasi kesiapan lahan serta lokasi penerapan terus dilakukan agar sesuai dengan pedoman teknis yang ada.

"Kita harus memastikan kondisi lahan yang disiapkan untuk PM-AAS ini benar-benar sesuai dengan parameter yang diharapkan dalam juknis, bukan sekadar mengikuti aturan secara kaku, tetapi memastikan syarat idealnya terpenuhi. Jangan hanya mengejar hamparan lahan yang luas, tetapi hasil panennya justru tidak optimal," kata Leli.

Pemeriksaan keasaman tanah menjadi langkah awal terpenting sebelum proses penanaman dimulai.

"Hal paling utama dan krusial yang wajib diperiksa sebelum memulai PM-AAS adalah tingkat pH tanah. Setelah derajat keasaman tanah teridentifikasi, barulah kita dapat melakukan tindakan selanjutnya untuk memastikan tingkat pH tanah benar-benar ideal sekitar 6.0-7.0 agar padi dapat tumbuh dengan baik," kata Leli.

Teknologi PM-AAS mengombinasikan penyiapan lahan, tanah macak-macak, varietas unggul tahan rebah, sistem tabela, pengelolaan air Alternate Wetting and Drying, serta pemupukan presisi.

"Melalui pendekatan tersebut, populasi tanaman dapat ditingkatkan hingga 800 ribu sampai 1,2 juta rumpun per hektare, sekaligus menekan penggunaan air, mengurangi kebutuhan tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi biaya produksi," kata Leli.

Para penyuluh Kecamatan Surade turut merakit alat tanam drum seeder secara mandiri dari bahan lokal untuk mendukung demonstrasi penanaman presisi.

"Program ini tidak hanya ditentukan oleh penerapan teknologi modern, tetapi juga oleh kepatuhan seluruh pelaksana terhadap panduan teknis sehingga target peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani dapat tercapai secara optimal," kata Leli.

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan juga melakukan sosialisasi Juknis Pupuk Bersubsidi terbaru dan mengevaluasi kelancaran distribusinya, sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Bimbingan Teknis tersebut.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed