Kemenpar Pastikan Aktivitas Pariwisata Labuan Bajo Aman Pasca Gempa NTT

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Pariwisata memastikan sektor pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur tetap aman dan beroperasi secara normal pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (29/8/2026), dilansir dari Investor Daily.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri mengumpulkan seluruh ekosistem pariwisata daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), serta asosiasi pramuwisata untuk mengawal pemulihan sektor pariwisata. Pemerintah pusat juga mengucurkan dana dukungan sebesar Rp 200 miliar bagi wilayah terdampak bencana tersebut.

"Pertama-tama, saya ingin menyampaikan duka dan empati yang mendalam kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Flores. Doa dan simpati saya sampaikan kepada keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta, kepada saudara-saudara kita yang mengalami luka-luka, kehilangan tempat tinggal, maupun kehilangan mata pencaharian akibat bencana ini," ujar Menpar Widiyanti Putri.

Penanganan pascabencana difokuskan pada keberlanjutan ekonomi para pelaku usaha wisata lokal melalui dialog langsung bersama pemangku kepentingan daerah.

"Kementerian Pariwisata hadir di Labuan Bajo dengan fokus pada pemulihan dan keberlanjutan sektor pariwisata. Hari ini saya bertemu langsung dengan pemerintah daerah, industri, asosiasi, serta para pemangku kepentingan. Yang paling penting, saya datang ke sini untuk mendengar langsung kondisi, tantangan, dan kebutuhan mereka pascabencana," kata Menpar Widiyanti Putri.

Hasil asesmen keselamatan menunjukkan kawasan wisata utama seperti Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar telah dibuka kembali untuk umum. Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mencatat sebanyak 2.854 keberangkatan kapal telah membawa 32.692 wisatawan sejak gempa terjadi pada 15 Agustus 2026.

"Kunjungan wisatawan relatif sama dibandingkan sebelum gempa. Penerbangan domestik maupun internasional juga relatif stabil. Pemerintah daerah terus memastikan informasi kepada masyarakat dan wisatawan tersampaikan dengan baik, termasuk berkoordinasi dengan KSOP terkait keselamatan pelayaran," jelas Bupati Edistasius Endi.

Menanggapi laporan tersebut, pihak kementerian menginstruksikan agar alur informasi krisis terus diperbarui secara transparan demi menjamin kepastian bagi para pelancong.

"Keselamatan wisatawan dan masyarakat tetap menjadi prioritas. Karena itu, informasi harus berbasis data yang sama, diperbarui secara cepat, dan disampaikan secara konsisten agar wisatawan dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan," tegas Menpar Widiyanti Putri.

Selain menjaga stabilitas informasi, Kemenpar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen risiko bencana di sektor wisata bahari.

"Pemulihan tidak berhenti pada perbaikan kerusakan fisik. Momentum ini harus kita gunakan untuk memperkuat manajemen risiko bencana, SOP tanggap darurat, jalur dan titik evakuasi, sistem komunikasi, hingga kesiapan seluruh pelaku pariwisata menghadapi kondisi darurat," ujar Menpar Widiyanti Putri.

Peningkatan standar keselamatan masyarakat dan wisatawan diposisikan sebagai fondasi utama pariwisata berkualitas di wilayah tersebut.

"Pariwisata yang berkualitas selalu dimulai dari hal yang paling mendasar, yaitu keselamatan masyarakat dan wisatawan. Karena itu, penguatan kapasitas pelaku, SOP, kepatuhan di lapangan, serta koordinasi antar-pemangku kepentingan harus terus kita tingkatkan," kata Menpar Widiyanti Putri.

Guna memperpanjang durasi kunjungan wisatawan, Kemenpar mendorong percepatan pengembangan destinasi alternatif di luar kawasan Taman Nasional Komodo, seperti Pulau Kukusan, Pulau Kelor, dan Gua Rangko.

"Labuan Bajo memiliki potensi yang sangat besar, baik di laut maupun di darat. Ke depan, kita perlu terus memperkuat produk dan pengalaman wisata sehingga pergerakan wisatawan semakin tersebar, lama tinggal meningkat, dan manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat," tutur Menpar Widiyanti Putri.

Pemerintah menindaklanjuti seluruh masukan dari pelaku industri untuk memastikan kawasan tersebut lebih tangguh menghadapi potensi bencana pada masa mendatang.

"Labuan Bajo harus pulih, dan pada saat yang sama kita ingin Labuan Bajo semakin tangguh dan semakin siap menghadapi berbagai risiko di masa depan. Kita ingin pariwisata terus bertumbuh, dengan keselamatan yang semakin kuat dan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat," kata Menpar Widiyanti Putri.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed