Kemenkop dan KLH Gandeng Koperasi Kelola Sampah dan Perdagangan Karbon
Kementerian Koperasi dan Kementerian Lingkungan Hidup menjalin kemitraan strategis guna mendorong keterlibatan koperasi dalam pemeliharaan lingkungan, pengolahan sampah, hingga ekosistem perdagangan karbon di Indonesia, Kamis (14/8/2026). Kesepakatan tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Melalui kerja sama ini, Kementerian Lingkungan Hidup akan memberikan pendampingan serta edukasi terkait tata kelola limbah di setiap unit usaha koperasi.
"Hari ini kami tadi mengadakan diskusi dan baru saja kami melaksanakan kegiatan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Koperasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup yang mencakup beberapa aspek," kata Menteri Koperasi, Ferry Juliantono.
Upaya pengelolaan tersebut dirancang agar dapat diterapkan pada berbagai jenis limbah usaha masyarakat, termasuk limbah minyak jelantah. "Misalkan seperti pengelolaan sampah, pengelolaan limbah seperti (minyak) jelantah dan lain sebagainya yang bisa dilaksanakan baik secara sirkuler maupun dengan pengelolaan yang lebih modern," kata Ferry Juliantono.
Kemenkop dan KLH juga sepakat mengarahkan unit koperasi perkebunan di kawasan pedesaan untuk mengambil bagian dalam pasar karbon nasional. "Kementerian Lingkungan Hidup juga mendorong kepada kami supaya ikut terlibat di dalam proses perdagangan karbon sehingga itu bisa menjadi usaha baru bagi kegiatan koperasi di Indonesia," kata Ferry Juliantono.
Kemitraan ini dinilai krusial mengingat skema pasar karbon berintegritas tinggi mewajibkan adanya pembagian manfaat secara langsung kepada masyarakat lokal melalui wadah berbadan hukum yang sah. "Instrumen itu sudah ada maka tinggal kita saling mengisi, saling mengedukasi di bawah tentunya sehingga tidak lagi proses jual beli atau perdagangan karbon ini hanya dinikmati oleh spekulan-spekulan di tingkat elit di awan-awan itu. Karena jumlahnya bisa belasan ribu triliun, bisa puluhan ribu triliun dari Sabang sampai Merauke," kata Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow