Kemenkop Evaluasi Lokasi Bangunan Koperasi Desa Merah Putih
Kementerian Koperasi mencatat sekitar 15 ribu bangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih telah selesai dibangun di berbagai wilayah Indonesia guna memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Pembangunan sarana ini menuai sorotan masyarakat di media sosial terkait adanya sejumlah titik lokasi yang dinilai kurang strategis atau berada di pelosok desa. Melansir dari laporan Detik Finance pada Sabtu (11/7/2026), pemerintah menegaskan bahwa jumlah infrastruktur yang dinilai tidak ideal tersebut relatif kecil dibandingkan total target pembangunan secara keseluruhan.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa klarifikasi telah diberikan mengenai data sebaran fasilitas yang menjadi perbincangan publik.
"Misalkan di media sosial (ramai soal) ada beberapa lokasi Kopdeskel Merah Putih yang dianggap tidak ideal. Tapi, setelah kita jelaskan, bahwa yang tidak ideal itu berapa, di mana saja, ternyata kan angkanya tidak banyak," ujar Ferry kala diwawancara di detikSore beberapa waktu lalu, dikutip Sabtu (11/7/2026).
Menurut penjelasan kementerian, penentuan titik koordinat pendirian fasilitas penunjang ekonomi ini sebenarnya telah melibatkan peran aktif masyarakat setempat melalui mekanisme rembuk desa. Pemerintah merencanakan solusi perbaikan bagi puluhan unit bangunan yang lokasinya dinilai kurang strategis oleh warga.
"Taruhlah 20 (bangunan) dari 30 ribu yang kita lagi bangun. Coba, itu 'kan sedikit. Nah, kalau pun misalkan tidak ideal, nanti kita akan carikan solusi. Tapi perlu diketahui, bahwa penentuan lokasi tersebut, termasuk yang tidak ideal, dilakukan penentuan lokasinya melalui masyarakat di desa itu," ungkap Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.
Kesepakatan bersama dengan perangkat desa menjadi dasar utama bagi pelaksanaan konstruksi di lapangan. Pihak kementerian menyayangkan adanya penyebaran informasi yang kurang utuh di jejaring sosial mengenai prosedur penentuan lahan tersebut.
"Ya, kesepakatan di desa. Nah, ini 'kan sisi-sisi ini kadang-kadang tidak diketahui oleh yang memviralkan. Saya tidak tahu tujuan memviralkannya apa.
Tapi, maksud saya, sisi baiknya itu masukan bagi kami. Tapi, ada sisi yang perlu untuk kami sampaikan bahwa sebenarnya penentuan lokasi itu sudah atas dasar musyawarah di desa tersebut," kata Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.
Kendala ketersediaan lahan di wilayah perdesaan diakui menjadi tantangan tersendiri untuk memenuhi standar desain bangunan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, target pengerjaan fisik untuk periode tahun ini akan dibatasi pada jumlah tertentu demi pelaksanaan evaluasi menyeluruh.
"Kami mengakui ada keterbatasan soal lahan di desa-desa sesuai dengan prototipe yang kita inginkan. Oleh karena itu, kami akhirnya memutuskan sampai akhir tahun bisa sampai 40 ribuan (bangunan). Kita stop dulu di tahun ini 40 ribuan," beber Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.
Pemerintah berencana melanjutkan proyek strategis nasional ini pada periode berikutnya dengan menerapkan penyesuaian desain. Kajian mendalam tengah dilakukan untuk memodifikasi bentuk fisik bangunan agar lebih adaptif dengan kondisi geografis wilayah perkotaan maupun kelurahan.
"Tahun depan, kita akan bangun lagi secara bertahap dengan beberapa modifikasi. Kami sekarang sedang mengkaji, misalkan untuk bangunan Kopdeskel Merah Putih, khususnya di kelurahan atau kota-kota yang bisa jadi beda prototipenya," pungkas Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow