Kementerian Keuangan Pelajari Sistem Pajak Hibrida SST-GST di Malaysia
Kementerian Keuangan Malaysia mendapatkan waktu untuk menyelidiki sistem pajak baru yang menggabungkan elemen Sales and Service Tax (SST) dan Goods and Services Tax (GST) sebelum hasilnya dipresentasikan ke Kabinet untuk pembahasan lebih lanjut. Hal ini disampaikan oleh juru bicara pemerintah Datuk Seri Fahmi Fadzil yang mengatakan bahwa Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim telah mengarahkan Menteri Keuangan II untuk mempelajari proposal tersebut secara mendalam. Fahmi menegaskan bahwa proposal ini masih dalam tahap awal dan belum ada batas waktu yang ditetapkan untuk studi tersebut.
"Perdana Menteri telah memberitahukan kepada Kabinet perlunya Kementerian Keuangan, khususnya Menteri Keuangan II, melakukan kajian komprehensif terkait sistem pajak hibrida SST-GST yang diusulkan," ujar Fahmi dalam konferensi pers pasca-Kabinet mingguan.
Menurut Fahmi, pemerintah tidak akan terburu-buru karena kajian harus mempertimbangkan pelajaran dari penerapan GST sebelumnya serta permasalahan yang sedang dihadapi oleh sistem SST saat ini. "Semua hal tersebut akan dikaji oleh Kementerian Keuangan sebelum dibawa ke Kabinet untuk dibahas dan diputuskan," tambahnya.
Ketika ditanya apakah Anwar memberikan tenggat waktu khusus atau apakah sistem ini akan diumumkan dalam Anggaran Negara yang akan datang, Fahmi menjawab bahwa belum ada informasi terkait hal tersebut. "Pemerintah akan menunggu hasil kajian Kementerian Keuangan selesai sebelum membuat keputusan lebih lanjut," kata Fahmi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow